Upaya Reklamasi Lanut, Di Antara Dua Bayangan: Lestari atau Tambang

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Tulisan jurnalis INSTINK.NET : Faisal Manoppo

Ledakan aktivitas pertambangan rakyat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menjadi sisi gelap ditengah upaya menghidupkan hutan baru yang sedang ditegakkan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di Desa Lanut, Kecamatan Nuangan saat ini. Keberlangsungan reklamasi pascatambang JRBM menjadi tantangan ke depan yang tak terelakkan.

“Terlambat lima menit, kamu tertinggal, Sal.” Saya terkekeh ringan mendengar seloroh seorang teman sembari menyimbukkan diri mencari posisi duduk yang nyaman di kabin kedua. Tak heran, mobil dua kabin plus bak terbuka ini dijejali tiga orang jangkung bertubuh agak bongsor serta beberapa tas ransel. Sementara saya dan seorang rekan harus pasrah sigap menyesuaikan.

Empat mobil berwarna putih berkekuatan lebih145 tenaga kuda menderu membawa kami menggilas jalan hitam di Kotamobagu, Selasa (24/4) pagi. Perjalanan beriringan itu mengarah ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Kontur jalan raya mulanya agak landai namun perlahan mulai menanjak penuh berkelok tajam nan sempit. Kami berempat seolah tak khawatir karena jalan ini sudah tak asing lagi. Seperti saya, pernah bertugas di daerah ini pada tahun 2011. Sementara Dedy, dibalik kemudi, tampak santai dan luwes melibas puluhan tikungan tajam mengular.

Sekira 40 menit perjalanan berlalu, saya menyaksikan kembali suguhan pemadangan tak sedap di mata. Tiga bulan lalu saya melewati jalan ini yang sebelumnya saya ketahui adalah area pertambangan yang dikelola warga. Jalan tanah “darurat” mengitari belakang permukiman hingga tembus di ujung aspal “putus”. Jalan berundak tanah merah sepanjang seratusan meter, dihiasi aktivitas tambang emas rakyat. Satu mesin berat pengeruk tanah tampak sedang beroperasi.

“Sebenarnya jalan yang dilewati ini adalah tanah milik Kokoh. Sebelumnya dia menolak, tapi karena tidak ada jalan alternatif lain, akhirnya diizinkan pemilik,” aku seorang warga desa Lanut saat ditayai pada perjumpaan singkat.

Jalan putus, tambang tumbuh. Ya, jalan aspal di antara permukiman warga desa Lanut putus karena tebing sisi arah area tambang mengalami ambrol beberapa tahun lalu. Tidak ada yang tersisa selain patahan lubang panjang yang menganga. Terdapat juga beberapa tiang pancang beton sisa pekerjaan proyek pemerintah provinsi yang dikerjakan tahun 2025. Entah kapan proyek ini akan berlanjut.

Jalan aspal trans sulawesi di Desa Lanut putus runtuh karena longsor. Akses terdekat penghubung Desa Nuangan ini kondisinya bertahun-tahun dibiarkan begitu saja, Senin 4 Mei 2026. (Foto: tim Instink.net)

Jalan aspal trans sulawesi di Desa Lanut putus runtuh karena longsor. Akses terdekat penghubung Desa Nuangan dan Jiko Molobog ini kondisinya bertahun-tahun dibiarkan begitu saja, Senin 4 Mei 2026. (Foto: tim Instink.net)

1 2 3 4 5 6 7 8
Bagikan berita ini:

Leave A Reply

2

instink.net