Asuransikan 7.500 Petani dan Nelayan, Aktivis Buruh Gorontalo Apresiasi Pemda Bolsel

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Instink.net, Gorontalo – Kepedulian dan keberpihakan Pemda Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terhadap keberadaan petani dan nelayan mendapat tanggapan positif oleh aktivis buruh dari Provinsi Gorontalo. Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) FSPMI Provinsi Gorontalo Andrika Hasan mengungkapkan, langkah pemerintah Bolsel sudah sangat tepat di tengah kesulitan rakyat kecil menghadapi pembatasan aktivitas perekonomian nasional saat ini.

Andrika Hasan menilai, pemerintah Bolsel mampu membaca dan merasakan apa yang dialami rakyatnya saat ini. Sebab, diketahui, perekonomian masyarakat tengah diperhadapkan dengan perubahan laku yang berskala dunia karena pandemi.

“Terlebih dalam waktu dekat ini pemerintah akan memberlakukan kembali pembatasan aktivitas mikro masyarakat. Ini tentu saja bisa berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat,” ucap Andrika, putra daerah asal Bolsel ini.

Pengurangan pekerja dan upah buruh saat ini masih terus terjadi di Indonesia. Selain itu, anggaran pemerintah daerah juga tidak sedikit terkonsentrasi untuk penangangan dampak virus Covid-19. Namun, Pemda Bolsel tetap fokus dengan keberpihakan pekerja petani dan nelayan dengan telah memberikan jaminan asuransi melaui BPJS.

Hal ini, pemda Bolsel juga telah menjalankan amanat UU 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional juncto UU 24 tahun 2011 tentang BPJS Tenaga Kerja dan BPJS Kesehatan.

“Seharusnya ini menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya. Tetap memberikan solusi dan pengharapan bagi masyarakatnya ketika menghadapi pandemi. Dan kami mengapresiasi kepada Pemda Bolsel atas kepeduliannya terhadap petani dan nelayan,” kata Andrika.

Sebagaimana diketahui, di tahun ini, Pemda Bolsel telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengasuransikan terhadap 6000 petani pemilik penggarap dan petani penggarap (buruh tani) dan 1.500 pelaku usaha perikanan. Menurut Bupati Bolsel Hi Iskandar Kamaru, kerjasama ini merupakan salah satu programnya di awal periode 2021-2024.

“Pemerintah berharap dengan adanya kesepakatan ini kesejahteraan petani dan nelayan makin meningkat karena sudah ada perlindungan jaminan sosial,” ucap Iskandar belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemda Bolsel Marwan Makalalag mengatakan, tahun 2020 melalui Pemprov Provinsi Sulut telah mengasuransikan 5000 petani di Kabupaten Bolsel. Sudah ada 4 orang telah melakukan klaim asuransi karena meninggal dunia. “Dan tahun ini ada 5996 petani di Bolsel yang sudah diverifikasi oleh BPJS,” ucap Marwan.

Terpisah, nelayan di Bolsel telah mendapatkan manfaat dari asuransi yang sebelumnya telah diprogramkan oleh pemerintah pusat. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Awaludin Lamalani menyebutkan, sepanjang tahun 2016 sampai 2019 klaim asuransi nelayan di Bolsel yang sudah direalisasikan yakni sebanyak 11 orang. (red)

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

one × two =

instink.net