Teluk Desa Motandoi Selatan, di Bawah Bayang-bayang Kajari Kotamobagu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kawasan teluk sebelah barat daya perkampungan pesisir itu berpotensi ‘dikuasai’ pengembang dengan adanya wahana atraksi bahari seperti jet ski dan banana boat. Jika melihat peta bumi melalui aplikasi google earth, cakupan wahana bahari di kawasan teluk tersebut ditaksir bisa seluas sekitar 300 ribu meter persegi.

Taksiran luas area kawasan wisata bahari teluk melalui analisa Google Earth Pro.

Taksiran luas area kawasan wisata bahari teluk melalui analisa Google Earth Pro.

 Tidak ada batasan pasti yang disepakati oleh nelayan dengan pihak pengembang pemilik wisata ketika wahana tersebut beroperasi. Namun sudah barang pasti, nelayan tidak punya daya menolak.

Sebagaimana telah diungkapkan di atas, teluk di bagian ini merupakan spot berharga warga nelayan selama bertahun-tahun untuk menjaring ikan putih ketika masuk ke pantai. Namun, menurut Kasran Paputungan, spot nelayan menjaring ikan dan bangunan bagan berada di bagian luar teluk. “Bukan  di teluk depan reklamasi itu. Tapi posisinya (jaring dan bagan ikan milik nelayan) agak jauh ke laut,” terangnya.

Sisi potret buram dampak proyek di pesisir tersebut, seorang sumber instink.net mengungkapkan, bangunan baru yang berada di tepi kawasan mangrove berdiri di atas tanaman mangrove yang masih hidup. Ia mengaku mengetahui persis bagaimana kondisi kawasan mangrove sebelum bangunan tersebut didirikan. “Kita pe jalan hari-hari waktu masih kacili kwa itu tampa. Sampai sekarang kita masih sangat hafal. Di situ sebenarnya masih ada mangrove,” ungkapnya.

Berbeda dengan keterangan Roy Mamonto. Dia begitu yakin lokasi bangunan didirikan di lahan kosong di mana mangrovenya sudah mati. “Oh, tidak ada (penebangan pohon mangrove) itu. Kurang sisa-sisa batang mangrove yang so mati,” katanya.

Foto citra google earth dengan pesawat drone kemudian disatukan untuk melihat perbandingannya.

Foto citra google earth dengan pesawat drone kemudian disatukan untuk melihat perbandingannya.

(Buka link ini melihat perbandingan sebelum dan sesudah bangunan didirikan dari foto tangkapan layar dengan citra satelit google earth pro dan foto pesawat drone sisi lainnya:  https://cdn.knightlab.com/libs/juxtapose/latest/embed/index.html?uid=067fa54e-cbd9-11ee-9ddd-3f41531135b6)

Bayang-bayang Sang Jaksa

Warga pesisir terpinggirkan di bawah bayang-bayang pengaruh sang pejabat Korps Adhiyaksa yang, ditengara berada di balik pengembang wisata bahari. Aroma ketakutan warga tampak tercium kuat di sana. Warga seolah takut bersuara terbuka jika menyinggung soal munculnya tempat wisata baru itu. Kehadiran sosok ‘bayangan’ seorang pejabat tinggi Kejaksaan Negeri Kotamobagu melatarbelakangi masyarakat tidak bebas bersuara. Sejauh ini, pemilik lahan wisata belum melakukan pertemuan terbuka dengan masyarakat setempat, terkait rencana maksud dan tujuan dibangunnya kawasan wisata di teluk Desa Motandoi Selatan. “Kita tidak pernah dengar ada pertemuan warga dengan yang punya wisata itu. Kage-kage dorang so mulai bangun tempat wisata,” aku sejumlah warga yang ditemui, enggan menyebutkan namanya dan tidak ingin identitasnya diketahui.

1 2 3 4 5 6
Bagikan berita ini:

Comments are closed.

instink.net