Senin, 10 Desember 2018

7 Alasan Mahasiswa Menolak Pengembangan Kebun Sawit di Wilayah Bolmong

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

instink.net, BOLMONG – Puluhan mahasiswa datang berunjuk rasa di kantor Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (22/11/2018) untuk menyampaikan alasan penolakan terhadap pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lolak.

Alasan-alasan ini disampaikan melalui orasi-orasi para mahasiswa. Alasan yang sama juga dituangkan dalam secarik kertas yang merupakan petisi dari mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Bolaang Mongondow Raya atau disingkat Ambor.

Ambor merupakan gabungan dari berbagai organisasi mahasiswa yakni, KPMIBM, KPMKL, FKMIL, FPMIK, Dermaga-BM dan KPA-KTG.

Mereka menyuarakan penolakan atas rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh pengembang, PT Anugrah Sulawesi Indah (PT ASI) di lahan bekas HGU PT Mongondow Indah yang terletak di sekitar Desa Lolak, Desa Lolak Tombolango, Desa Padang Lalow dan Desa Lolak 2 yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Lolak, ibukota Kabupaten Bolmong.

Baca

Ada tujuh alasan penolakan yang disampaikan mahasiswa yang juga pada saat melakukan aksi didukung oleh puluhan warga desa sekitar lahan rencana pengembangan perkebunan sawit.

Berikut alasan mengapa pengembangan perkebunan kelapa sawit di Bolmong harus ditolak yang dikutip dari petisi;

  1. Lokasi perkebunan kelapa sawit yang masih produktif sebanyak 22.438 pohon yang kisaran jumlah produksi rata-rata buah kelapa dalam satu kali panen adalah sekitar 318.375 biji kelapa.
  2. Persoalan tata ruang, dimana monokultur, homogenitas dan overloads Hilangnya keanekaragaman hayati ini akan memicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai erosi, hama dan penyakit.
  3. Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur sepertia sawit, dimana dalam satu hari satu batang sawit bisa menyerap 12 liter air. Dan tumbuhan sawit mesti dirangsang dengan berbagai macam zat kimia lainnya.
  4. Munculnya hama migran baru yang sangat ganas karena jenis hama baru ini akan mencari habitat baru akibat kompetisi yang keras dengan tanaman lainnya.
  5. Posisi lokasi perkebunan kelapa sawit berada tepat di ibukota kabupaten dan dekat dengan pemukiman masyarakat, sehingga dampak akan timbul langsung dapat dirasakan masyarakat setempat.
  6. Watak daripada perusahaan sawit tentunya hanya berbicara keuntungan untuk sebagian masyarakat, dan tidak akan memperdulikan kerugian serta kesengsaraan yang nantinya dirasakan oleh rakyat.
  7. Terjadinya konflik horizontal dan vertikal akibat masuknya perkebunan kelapa sawit, sebut saja bentrokan yang terjadi antara masyarakat dengan aparat pemerintah akibat sistem perijinan dan ancaman lingkungan perkebunan sawit.

Selain alasan-alasan tersebut, para mahasiswa mempersoalkan surat keputusan (SK) dan sertifikat hak guna usaha (HGU) yang terbit pada tahun 2011 dan 2015. Menurut para mahasiswa, SK tersebut telah bermasalah sejak awal karena tidak memiliki dasar yang jelas dalam mengeluarkan ijin tersebut.

Untuk mencegah dampak negatif yang dihasilkan bertambah besar, mereka mendesak pemerintah saat ini untuk segera mencabut ijin perusahaan yang akan beroperasi di wilayah Bolmong.         

Editor : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Komentar

avatar
1000

instink.net