Kamis, 20 September 2018

Ritual Ogoh-Ogoh dan Pesan Sarat Makna Bupati Bolmong di Werdhi Agung

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Bolmong – Sifat angkara murka, sombong, serakah dan perilaku buruk lain yang ada pada diri manusia, oleh umat Hindu di simbolkan dalam bentuk patung raksasa dengan raut muka berbagai sifat tadi atau biasa disebut Ogoh-ogoh.

Dalam ritual umat Hindu, ada saat menyongsong perayaan Hari Raya Nyepi, ogoh-ogoh diarak keliling kampung dengan tujuan untuk menyerap energi negatif yang ada di diri setiap manusia, kemudian ogoh-ogoh dibakar dengan harapan perilaku buruk ikut hangus bersama ogoh-ogoh.

Ritual ini juga dilaksanakan oleh umat Hindu asal suku bali yang telah lama bermukim di kabupaten Bolaang Mongondow, sehari menjelang perayaan Nyepi yang jatuh pada hari Sabtu, (17/3/2018) kemarin.

Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dipusatkan di Lapangan Olahraga Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Barat, Jumat (16/3/2018), setelah sebelumnya di desa yang sama, dilaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga yakni ritual mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan alam.

Umat Hindu menyambut kehadiran Bupati Yasti.

Ritual ini turut dihadiri oleh Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow, yang sekaligus melepas pawai ogoh-ogoh yang diarak oleh umat hindu yang ada di wilayah dumoga bersatu, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Dalam kesempatannya, Bupati Yasti menjelaskan, sejak dulu kabupaten Bolmong dikenal memiliki keberagaman etnis dan budaya serta agama. Banyaknya perbedaan yang ada justru semakin meningkatkan rasa solidaritas dan toleransi antar umat beragama diwilayah ini.

Hal tersebut diyakini Bupati Yasti, karena kegiatan pada hari itu tak hanya disaksikan oleh umat hindu, namun terdapat juga warga dari etnis, budaya dan agama lainnya. Ini merupakan bentuk kepedulian, solidaritas dan sikap toleransi.

Kepedulian dan solidaritas yang ada kata Bupati, merupakan kekuatan dan kekayaan yang menjadi salah satu modal untuk bergerak maju bersama membangun daerah kabupaten Bolaang Mongondow.

Salah satu ogoh-ogoh yang dibuat umat Hindu di Bolmong.

Dirinya berharap, keharmonisan yang tercipta saat itu, tetap terus dijaga dan dipelihara sebagai perwujudan daerah yang rukun, damai dan sejahtera.

Disatu sisi Bupati berpesan, umat Hindu yang berasal dari suku bali yang berada di daerah ini agar tidak lagi menyebut dirinya sebagai orang bali namun menyatakan sebagai orang bolaang mongondow yang berasal dari provinsi bali.

Ini dikarenakan umat hindu di kabupaten bolaang mongondow, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan kehidupan di daerah ini, telah bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat dan telah memberikan yang terbaik bagi pembangunan.

Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bergandengan tangan dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan untuk menjadikan kabupaten Bolaang Mongondow yang hebat, dengan tetap menjunjung tinggi moto leluhur yakni, mototompiaan, mototabian, bo mototanoban.

Jurnalis : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Komentar

avatar
1000

instink.net