Relokasikan Kami, Pak…

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

perabot bekas banjir meski penuh lumpur; membongkar kayu sisa puing bangunan rumah yang hanyut untuk dapat digunakan kembali. Begitu aktivitas keseharian warga pengungsi di siang hari lalu kembali ke pengungsian saat menjelang malam.

Bantuan pada penyintas pascabanjir di Pakuku Jaya dan Milangodaa Barat hilir mudik mengalir dari seantero bumi Nyiur Melambai. Beras, barito (bawang, rica, tomat), mie instan, air mineral, hingga pakaian bekas, cukup membantu meringankan beban penyintas. Bantuan ini cukup menghidupi kebutuhan 300-an jiwa penyintas selama tiga bulan kedepan.

Nurhayati Monoarfah (46) warga pengungsi asal Desa Pakuku Jaya ingin kembali ke rumah meski sebagian rumahnya hilang terseret arus air bah. Ia dengan tiga orang anaknya yang masih di bawah 10 tahun, tidak mampu hidup berlama-lama di Balai Sanggar Kegiatan Masyarakat bersama beberapa kepala keluarga pengungsi lainnya. Meski jumlah pengungsi mulai berkurang karena sebagian memilih bertempat tinggal sementara dengan sanak saudara yang berlokasi aman dari banjir. ’’Suka pulang, tapi belum diizinkan oleh sangadi. Sudah satu minggu di sini (mengungsi),’’ kata Nurhayati.

Jika dapat memilih, sebagian besar dari mereka tidak ingin lagi tinggal di rumah. Rumah Rasmi Lamuluto (47) hanya menyisakan bagian atap, ragu ingin membangun rumahnya di tempat yang sama. Memori berlarian bersama istri dan anak-anak juga para penduduk di tengah malam buta menghindar dari kejaran banjir tjuh hari lalu, masih melekat kuat diingatannya. ’’Bingung mau tinggal di mana lagi. Kalau mau bangun rumah selama beberapa bulan kedepan mungkin bisa, tapi kalau banjir lagi bagaimana?,’’ ucap Rasmi tengah mengumpulkan sisa kayu puing rumahnya. Ungkapan hati pria empat orang anak ini mewakili luka ratusan jiwa penyintas pascabencana.

Rasmi Lamuluto (47) mencari sisa-sisa perabot dan pakaian yang masih bisa digunakan, Senin (3/8). Tirai kain jendela yang sudah berlumpur bekas banjir di rumahnya masih dapat digunakan kembali. Dia dan keluarganya selamat dari bencana Sabtu (1/8) dini hari itu. Tidak ada satu pun barang dan pakaian yang dapat diselamatkan selain yang melekat di badan.

Kepala Dusun II Milangodaa Barat Mukhlis Azim sangat mendukung bila ada upaya pemerintah daerah memindahkan sebagian penduduk Pakuku Jaya dan Milangodaa Barat ke lokasi yang lebih aman dari banjir. Menurutnya, ada tempat yang sangat layak untuk dijadikan lokasi permukiman warga yang baru dan sangat aman dari banjir dan longsor.

’’Lokasinya di perkebunan Pakuku Jaya yang berada di atas bukit.  Jalannya sudah terbuka waktu tahun 1983. Jalan itu menghubungkan antara Desa Milangodaa Barat dengan Desa Sinombayuga,’’ ujar Mukhlis.

Di lokasi yang baru itu, lanjutnya, jika sudah di bangun jalan aspal nantinya, pasti warga akan pindah ke sana. Selain membuka areal permukiman yang baru,

1 2 3 4 5
Bagikan berita ini:

Comments are closed.

instink.net