Rabu, 5 Agustus 2020

Menang Tidak Jadi Arang

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Impressed. Daerah ini memiliki segala kemampuan yang didambakan oleh banyak daerah lainnya, terutama di pulau di kawasan timur Indonesia. Tidak hanya sumber daya alam yang menjanjikan masa depan kelak. Kemampuan dalam pengelolaan kepemerintahan daerah tidak bisa dipandang sebelah mata. Satu lagi, adalah kepiawaian sumber daya manusia menangkap peluang menjadi selalu yang terbaik. Mereka tidak patah semangat. Inilah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Ingin tahu buktinya? Mari kembali ke masa beberapa pekan lalu.

Menteri Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6). Mantan Kapolri ini memberikan kejutan kepada pemerintah kota; kabupaten; dan provinsi dalam lomba video Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 berdurasi—sebelumnya 2 menit kemudian diubah menjadi—1,5 menit terpilih akan memeroleh hadiah total Rp 168 miliar. Ini nantinya diberikan kepada 84 pemerintah daerah pemenang. Pemenang pertama diberikan Rp 3 miliar, pemenang kedua Rp 2 miliar, dan pemenang ketiga Rp 1 miliar. Angka itu diberikan dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID).

Lomba ini sebenarnya sudah mulai berjalan per 23 Mei lalu dan sempat diperpanjang waktu batas pengiriman hasil video sampai 8 Juni. Masing-masing daerah mengirimkan paling sedikit lima video terkait lomba dengan memilih beberapa sektor di antaranya: Transportasi Umum; Tempat Wisata; Pelayanan Terpadu dan Satu Pintu; Hotel; Pasar Tradisional.

Kemendagri menyebarkan pengumuman ini ke seluruh penjuru kabupaten-kota dan provinsi di Nusantara melalui surat elektronik (surel). Surel ini akhirnya sampai di tangan Ayub Mooduto, pegawai di Dinas Kominfo Kabupaten Bolaang Mondondow Selatan, lima hari sebelum batas waktu yang diberikan Kemendagri. Waktu sangat kasep. Ayub kemudian menyampaikan ini kepada atasannya, Prabowo, Kepala Bidang Media dan Informasi, dan satu orang videographer, Anggi, staf pegawai lepas di kantor Kominfo untuk merancang dan membuat video tersebut. Dengan masing-masing swadaya dan kreatifitas yang dimiliki, tim ini mulai bergerak. Dinas Pariwisata dan Dinas Perindag UKM juga membuat video sektor terkait.

Singkat cerita, sehari sebelum batas waktu, tiga video dari Kabupaten Bolsel sudah dikirim; sektor Tempat Wisata dan sektor UKM. Video ini kemudian diunggah oleh Kemendagri melalui situsnya, (https://tuxedovation.inovasi.litbang.kemendagri.go.id/)

Terlepas hasil lomba yang diumumkan melalui live streaming Youtube (dapat diakses kembali) akun Badan Litbang Kemendagri tanggal 21 Juni lalu ini, mendatangkan banyak kritikan publik dan media mainstream karena dinilai subyektif dalam penilaian dan tidak tepat sasaran, salah satu video sektor Tempat Wisata tingkat kabupaten, Kabupaten Bolsel mendapat respon tinggi dari publik. (lihat: https://tuxedovation.inovasi.litbang.kemendagri.go.id/detail_inovasi/9871).

Video hasil garapan Ayub, Prabowo dan Anggi ini telah ditonton oleh 90362 pengunjung dalam kurun waktu 7 hari setelah diunggah di situs Litbang Kemendagri. Video Tempat Wisata di lokasi diving ini membawahi video pemenang pertama di kategori yang sama asal Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat, yang hanya diakses 3285 pengunjung. Sementara urutan pemenang kedua yakni Kabupaten Tegal (9286 ditonton) dan posisi ketiga Kabupaten Tapanuli Utara (2294 kali ditonton).

Penentuan pemenang kategori video tidak dinilai dari jumlah pengunjung video di situs tersebut. Kemendagri memiliki penilaian tersendiri. Dari 416 kabupaten di Indonesia, Kabupaten Bolsel masuk di posisi 6 besar dalam video kategori Tempat Wisata tingkat kabupaten di Indonesia.

Tidak masalah tidak juara kali ini. Duit pemenang hadiah yang akan dimasukkan dalam DID ini tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Kabupaten Bolsel, apalagi di tengah pandemi. Meski demikian, Kabupaten Bolsel tidak akan patah arang dan tidak menjadi arang meski menang; namun sebaliknya mereka tetap dan akan terus berinovasi dalam segala bidang. Tata kelola keuangan Kabupaten Bolsel telah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) enam kali secara berturut-turut (hingga tahun 2019); daerah pertama hasil tindaklanjut LHP BPK tahun anggaran 2019; cepat-tanggap dalam penyaluran bantuan sosial non tunai dan tunai tanpa masalah semasa pandemi Covid-19; terpenting dan terutama adalah status zona hijau dari Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bolsel. Dan tentu saja memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan daerah bahkan negara maju. Ayo, Bolsel! Maju Terus!. (tim instink.net)

 

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

three × four =

instink.net