Selasa, 18 Februari 2020

Hujan Lebat, Bolmong Terlanda 3 Peristiwa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLMONG – Memasuki awal bulan februari 2020, cuaca di Provinsi Sulawesi Utara mulai memasuki musim penghujan. Hujan yang cukup lebat terjadi hari ini (Senin, 3 Februari 2020), di Kota Kotamobagu terjadi peristiwa pohon tumbang di Kelurahan Mogolaing dan Mongondow, serta banjir di Kelurahan Kotobangon.

Sementara itu, di wilayah lainnya, yakni di Kabupaten Bolaang Mongondow, terjadi tiga peristiwa yang cukup menghebohkan yaitu, banjir di Desa Bolangat Induk dan satu orang warga meninggal akibat terseret arus sungai di Desa Lolanan. Kedua desa terletak di Kecamatan Sangtombolang. Sementara di Kecamatan Passi Barat, tepatnya di Desa Otam Barat, salah satu rumah warga rusak parah akibat robohnya talud batas rumah.

25 rumah warga di Desa Bolangat, Kecamatan Sangtombolang, terendam air dari luapan sungai di desa tersebut. Gorong-gorong yang berada di jalan Trans Sulawesi tak mampu menyuplai air dari hulu ke hilir. Kejadian ini sudah sering terjadi setiap tahunnya.

“Kondisi ini bisa teratasi jika gorong-gorong tersebut dibongkar, namun BPBD perlu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang, yakni Balai Jalan Nasional,” kata Kalaksa BPBD Bolmong, Haris Dilapanga.

Di Desa Otam, rumah milik keluarga Adrian Hamim mengalami rusak berat karena ambruknya penyangga batas rumah. Kejadian ini juga diakibatkan curah hujan dengan intensitas lebat di desa tersebut.

Camat Passi Barat, Marief Mokodompit mengimbau warganya untuk lebih berhati-hati dengan cuaca ekstrem.

“Pemerintah Kecamatan mengimbau seluruh warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan untuk lebih terus berhati-hati, karena intensitas curah hujan terus meningkat, apalagi warga yang tinggal di bantaran sungai, serta rumah yang berada di pengunungan yang sangat rentan,” ujar Marief.

Rumah warga Desa Otam, Kecamatan Passi Barat, yang rusak (Foto: Facebook/Maarief Mokodompit).

Penemuan mayat di pantai Maelang, Kecamatan Sangtombolang, cukup menghebohkan warga. Adalah Alamin Paputungan, warga Desa Lolanan. Ia ditemukan warga Maelang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Berdasarkan keterangan keluarga, Alamin terseret arus sungai Maelang saat pulang dari kebun.  Tubuhnya mengalami luka-luka akibat terbentur bebatuan sungai.

“Saat ini korban telah berada di rumah duka di Desa Lolanan , dan akan dikebumikan besok (Selasa, 4 Februari 2020) pukul 09.00 Wita,” ucap Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan.

Sementara BMKG merilis laporan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Bolaang Mongondow Raya hingga wilayah Sulut lainnya.

“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 19.10 Wita,” demikian rilis BMKG.

Penulis: Rahmat Putra Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

seventeen + two =

instink.net