Kamis, 19 September 2019

Bolmong Presentasikan Upaya Penurunan Stunting Dihadapan Ditjen Kemendagri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

MANADO – Tindak lanjut upaya penurunan stunting di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memasuki tahap penilaian. Jumat (30/8/2019), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) diundang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara untuk mempresentasikan kinerja aksi konvergensi/integrasi program percepatan pencegahan stunting di Bolmong, di kantor Bappeda Sulut di Manado.

Kepala Bappeda Bolmong Yarlis A Hatam melalui Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PMM) Susanti Hadji Ali mengatakan, presentase dilakukan dihadapan Koordinator Regional Sulawesi, Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Susan, sapaan akrab Susanti, upaya penurunan stunting di Bolmong telah termuat pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) melalui program dan rencana kerja OPD.

“Presentase dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bolmong dr Sahara Albugis dihadapan 7 orang panelis,” katanya, Senin (2/9/2019).

Baca :

Di wilayah Bolaang Mongondow Raya, kata dia, selain Bolmong, Kabupaten Bolmong Utara juga menjadi Lokus aksi konvergensi/integrasi program percepatan pencegahan stunting yang telah termuat dalam rancangan awal RPJMN tahun 2020-2024.

Menurutnya lagi, sebelum melakukan presentase di Bappeda Sulut, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan presentase di kantor Bappeda Bolmong, Rabu (28/8/2019).

“Hasil dari semua itu yang kami presentasekan dihadapan Ditjen Kemendagri,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Regional Sulawesi, Ditjen Bina Bangda Kemendagri Andi Irfanji mengatakan, stunting merupakan hal kompleks harus d tangani secara serius demi kemajuan para generasi penerus bangsa.

Berikut 5 strategi nasional dalam upaya percepatan pencegahan stunting

  1. Komitmen dan visi pimpinan tertinggi negara;
  2. Kampanye nasional berfokus pada pemahaman perubahan prerilaku, komitmen politik dan akuntabilitas;
  3. Konvergensi koordinasi dan konsolidasi program nasional daerah dan masyarakat; 
  4. Mendorong kebijakan Nutritional Food Security;
  5. Pemantauan dan evaluasi.

Penulis: Rahmat Putra Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

17 − two =

instink.net