Jumat, 22 Maret 2019

7 Wanita Tangguh Dibalik Evakuasi Korban Bencana Longsor Bakan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Selasa 26 Februari 2019 sekitar pukul 20.15 WITA, masyarakat Indonesia, khususnya di Bolaang Mongondow Raya, dikejutkan dengan bencana longsor yang terjadi di penambangan emas Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Seluruh media nasional, bahkan beberapa media internasional menyiarkan tragedi yang merengut puluhan korban jiwa, dan puluhan korban lainnya mengalami luka-luka.

Ratusan relawan diterjunkan dalam misi kemanusiaan ini. Sebagian menjadi anggota tim SAR gabungan, sebagian lainnya menjadi pendukung upaya evakuasi para korban.

Dari ratusan relawan yang terdiri dari pria dan wanita, kami mengamati ada 7 wanita tangguh yang perannya sangat penting dalam upaya pencarian para korban.

1. Santi Manossoh

Santi Manossoh. (instink.net)

Wanita yang setiap harinya berada di posko bencana longsor Bakan ini bertugas untuk memastikan logistik makanan bagi tim SAR gabungan yang bertugas di lokasi kejadian terdistribusi dengan baik. Keluarga korban yang menunggu proses evakuasi di posko bencana juga tak luput dari perhatian ASN yang bertugas di BPBD Bolaang Mongondow. Santi, demikian ia biasa dipanggil, menjadi salah seorang dari relawan lainnya yang bertugas dibagian ini.  

2. Erni Tungkagi

Erni Tungkagi. (instink.net)

Tugasnya untuk mendata warga yang mencari informasi di posko bencana longsor yang kemungkinan keluarganya menjadi korban tragedi ini. Data yang ada kemudian diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk dikembangkan agar korban yang nantinya berhasil dievakuasi akan lebih mudah diidentifikasi. Tak jarang ia juga membantu dibagian logistik jika tugas utamanya sudah terlaksana.

3. Nurmala Paputungan

Nurmala (tengah), bersama dua rekannya di tim medis saat sedang bertugas di lokasi bencana. (Koleksi pribadi Nurmala).

Selama proses evakuasi, wanita ini kerap bolak-balik mengendarai mobil ambulans. Dia bersama rekan lainnya berusaha untuk memenuhi kebutuhan medis yang diperlukan selama proses evakuasi. Tanpa perlu menunggu pengemudi pria, Kabid Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow ini mengendarai sendiri mobil ambulans untuk memenuhi perlengkapan medis yang diperlukan. Bahkan ia pernah mengantar seorang anggota tim SAR yang sedang sakit ke Puskesmas di waktu menjelang subuh.  

4. Annisa Noviantri

Annisa (paling kanan) saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Bali, tahun 2016 lalu. (Foto: Diklatpranatahumasangkatandua).

Lima tahun menjadi bagian dari Basarnas pusat, menjadikan wanita asal Jakarta ini memiliki pengalaman yang cukup banyak di daerah-daerah yang terdampak bencana. Ia mendokumentasikan setiap peristiwa yang terjadi kemudian merilis data valid untuk menjadi rujukan diberbagai media. Selama operasi SAR gabungan berlangsung di Bakan, setiap momen tak pernah lepas dari bidikan kamera dari wanita 35 tahun yang masih melajang ini.

5. Paula Lihawa

dr. Paula sedang berbincang dengan keluarga korban. (Foto : instink.net).

Mengungkap identitas jenazah menjadi ahlinya. Dokter ini ditunjuk menjadi koordinator tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Dari keahliannya, satu persatu jenazah yang dievakuasi berhasil dikenali. Tak jarang ia menemui keluarga korban untuk menenangkan mereka yang sedang menunggu proses evakuasi. Keterangan dari wanita ini juga yang paling ditunggu puluhan wartawan yang meliput di posko postmortem, RSUD Kotamobagu.

6. Tatong Bara

Tatong Bara saat sedang berada di lokasi kejadian. (Foto: Marshal Datundugon)

RSUD Kotamobagu menjadi tempat evakuasi para korban bencana longsor. Sebagai Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara kerap mengunjungi rumah sakit untuk memastikan penanganan yang baik terhadap para korban. Disetiap kesempatan, ia juga ikut memantau proses evakuasi terhadap para korban dilokasi kejadian.      

7. Yasti Sopredjo Mokoagow

Yasti Soepredjo Mokoagow saat menuju lokasi kejadian. (Foto: Marshal Datundugon)

Tak kenal lelah, siang dan malam berada sangat dekat dengan lokasi kejadian meski medan yang sulit ditempuhnya. Sejak hari pertama operasi SAR gabungan, setiap perkembangan situasi tak pernah lepas dari amatan orang nomor satu di Kabupaten Bolaang Mongondow ini. Ingin fokus terhadap upaya pencarian, sejumlah agenda yang tak kalah penting ia batalkan. Ratusan anak buahnya diterjunkan untuk mendukung segala kebutuhan selama proses evakuasi. Bahkan untuk mendengarkan segala keluh kesah keluarga korban ia jalani dengan sabar sembari memotivasi mereka. Baginya, duka keluarga korban adalah duka bagi seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya.   

Penulis : Rahmat Putra Kadullah

(Artikel ini dibuat tanpa mengesampingkan peran seluruh yang terlibat pada misi kemanusiaan ini. Tulisan yang ada dikarenakan keterbatasan dari penulis)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Komentar

avatar
1000

instink.net