bencana Sabtu 1 Agustus dini hari itu. Seolah malam nestapa itu tidak pernah terjadi. Anak-anak tertawa lepas dan penuh semangat mengikuti rangkaian lomba dan permainan. Orangtua bergembira memberikan dukungan kepada anaknya—tidak terkecuali para orangtua juga ikut lomba momen ‘’17-an’’ ini. Tim relawan berkarya memandu tiap sesi acara sehingga berlangsung seru dan kocak. Bernyanyi lagu-lagu kebangsaan bersama, melombakan kuis berhadiah tentang kemerdekaan begitu atraktif berlangsung.
’’Belum pernah hal seperti ini dirasakan oleh kami, khususnya bagi anak-anak di sini. Mereka begitu semangat dan bergembira. Acara ini sangat menghibur kami,’’ ucap Nikson Mokoginta warga Pakuku Jaya Dusun I.
Tim relawan Peredam dan Brimob sejenak telah memupuskan rasa putus asa dan traumatis warga penyintas pascabencana di hari Kemerdekaan. Kehadirannya memberikan secercah asa bahwa esok masa depan masih dapat diraih. Merdeka-lah Milangodaa Barat, Jayalah Pakuku Jaya.

Tim relawan Peredam foto selfi bersama istri Sunny Wijaya, Ny Gloria (tengah), saat di arena perayaan HUT ke-75 RI di Desa Pakuku Jaya. (Foto: Peredam)
(tim instink.net)