Kami Ada Untuk Memerdekakan Kalian

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Senin 17 Agusustus pagi tim relawan Peredam dan Brimob mulai bergerak. Iringan mobil dan motor menyusuri daratan aspal arah barat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Melewati tiga jembatan darurat yang belum lama di bangun karena jembatan trans Sulawesi putus tergerus deras arus sungai  di Desa Bakida, Sinandaka dan Pakuku Jaya. Tiba di lokasi dua jam kemudian, tim Peredam dan Brimob ternyata sudah ditunggu oleh keluarga Sunny Wijaya ditemani sang istri, owner salah satu sebuah pusat belanja di Kota Kotamobagu. Kombinasi ini menguatkan tim relawan mewujudkan impiannya: Me-merdeka-kan anak-anak penyintas dari trauma pascabencana.

Anaka-anak belum sepenuhnya berkumpul. Sebagian dari mereka tengah mencari ikan nike di pantai. Beberapa tim memanggil dan mengajak mereka berkumpul di lokasi yang sudah direncanakan. Halaman depan sekolah dasar bekas banjir merendam dan menghanyutkan puluhan rumah di sekitarnya menjadi tempat permainan dan lomba bagi anak-anak.

Di atas tanah yang telah meluluhlantakkan perkampungan, tim relawan bersama anak-anak juga orangtua penyintas mampu mengubahnya menjadi lokasi yang begitu menghibur. Sepintas tampak telah melupakan tragedi

Lomba merayakan HUT ke-75 RI di Pakuku Jaya

Tim relawan Peredam dan Brimob bersama anak-anak penyintas bergembira melaksanakan lomba balam karung jongkok pakai helm dalam rangkaian merayakan HUT ke-75 RI di Desa Pakuku Jaya, Bolsel. (Foto: tim relawan Peredam)

1 2 3 4
Bagikan berita ini:

Comments are closed.

instink.net