Selasa, 17 Juli 2018

Di Sulut Hanya Bolmong yang Dapat Program Padat Karya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Instink.net, BOLMONG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai Program Padat Karya atau Cash for Work di 12 kabupaten pada 10 provinsi di tanah air.

Dilansir setkabgoid, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso menyebutkan, ke-12 daerah itu adalah Kabupaten Dharmasraya (Sumatea Barat), Muko-muko (Bengkulu), Musi Rawas (Sumatra Selatan), Lampung Tengah (Lampung), Kota Serang (Banten), Majalengka (Jawa Barat), Sragen, Grobogan, dan Cilacap (Jawa Tengah), Gorontalo (Provinsi Gorontalo), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), dan Konawe (Sulawesi Tenggara).

“Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada jumlah petani dan jumlah pelaksana kegiatan proyek padat karya dan jumlah penerima manfaat yang cukup signifikan dalam satu lokasi desa di masing-masing kabupaten tersebut,” jelas Imam di Jakarta, Kamis, (4/1/2018).

Ia berharap dengan adanya integrasi pelaksanaan proyek padat karya di lingkungan Kementerian PUPR akan memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat di daerah tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bolmong yang baru dilantik hari Jumat, (5/1/2018) kemarin, Ir Channy Wayong mengungkapkan bahwa, adanya program padat karya di Bolmong merupakan usaha yang dilakukan oleh Bupati Bolmong Dra Yasti S Mokoagow.

“Program PUPR penunjang program dana desa khusus pemberdayaan masyarakat di desa melalui program padat karya cash. Dari 10 provinsi, 12 Kab/kota, salah satunya bolmong yang mendapat program ini. Bantuan program ini atas perjuangan Ibu Bupati di akhir tahun 2017,” ungkap Channy Wayong, Senin, (6/1/2018).

Di Kabupaten Bolmong, program padat karya akan dilaksanakan pada 2 desa di 2 kecamatan yaitu, Kecamatan Dumoga Timur dan Kecamatan Lolayan.

“Insya Allah akhir januari mulai action,” ujar mantan Kepala BPBD Bolmong ini.

Program padat karya mencakup program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pembangunan rumah swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), rumah khusus dan pemeliharaan rutin jalan.

Jurnalis : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Komentar

avatar
1000

instink.net