Senin, 28 Mei 2018

BMR “Dikepung” Banjir dan Tanah Longsor

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Instink.net, PERISTIWA – Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi dibeberapa wilayah di Bolaang Mongondow Raya, Rabu (7/2/2018) siang hingga malam hari, mengakibatkan banjir dan longsor dibeberapa titik.

Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bolaang Mongondow, dua desa di Kecamatan Poigar yakni, Desa Nonapan II dan Desa Poigar III terjadi genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter, sementara Desa Bantik di Kecamatan Bolaang air sudah mulai surut.

Akibat jebolnya tanggul serta tingginya debit air sungai serta air laut yang naik di Desa  Nonapan II menyebabkan air meluap sampai kerumah warga.

Sementara di Desa Poigar III, TRC BPBD Bolmong bersama warga berhasil menyelamatkan dan langsung mengevakuasi beberapa orang yang terjebak di sungai ke puskesmas setempat.

Lain halnya dengan Desa Bantik Kecamatan Bolaang, informasi BPBD, air telah surut namun meninggalkan lumpur di halaman dan rumah warga akibat terseret air.

Salah satu rumah warga yang tergenang air.

Di daerah Bolaang Mongondow Utara, terjadi bencana tanah longsor di jalur trans sulawesi di 3 titik, masing-masing di Kecamatan Kaidipang, Bolang Itang dan Pinogaluman. Kejadian ini mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas di jalan yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo ini.

Pihak Polres Bolmong telah memerintahkan setiap Polsek untuk memonitoring situasi dan kondisi alam di masing-masing wilayahnya. Mereka diminta untuk membantu tim SAR jika terdapat korban akibat bencana alam.

Petugas Polsek Bolang Itang saat berada di lokasi longsor.

Sebelumnya  BMKG telah merilis bahwa saat ini Wilayah Indonesia masih berada pada periode musim hujan. Kondisi ini dipengaruhi dari angin baratan yang cukup kuat sejak Januari 2018 dan diperkirakan hingga Maret 2018 wilayah Indonesia masih berada pada periode puncak musim hujan.

Jurnalis : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Komentar

avatar
1000

instink.net