Air Bah Landa Bolsel

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sabtu pagi setelah longsor di beberapa titik jalan nasional menuju ke Kecamatan Helumo dan Tomini terbuka, tim penyaluran bahan pokok dari pemerintah Bolsel mulai bergerak. Bupati Bolsel Hi Iskandar Kamaru memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut.

Iringan mobil memuat bahan pokok bantuan diturunkan di kantor Kecamatan Helumo untuk kemudian disalurkan bertahap karena tiga jembatan trans nasional terputus. Kantor camat itu juga dijadikan tempat pengungsian warga Desa Halabolu. Di mana belasan rumah warga juga terendam banjir, Jumat (31/7), malam.

Selanjutnya tim pemerintah Bolsel kembali melanjutkan perjalannya ke arah barat menuju Kecamatan Tomini. Sampai di ujung jembatan terputus di Desa Bakida, Bupati Iskandar bersama rombongan berjalan kaki sampai di ujung jembatan untuk berpindah kendaraan. Tepi jembatan bagian barat yang terputus mulai terhubung dibangun oleh swadaya masyarakat setempat dengan membangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa. Bupati Iskandar menggunakan sepeda motor yang dipinjamkan warga untuk sampai di jembatan Sinandaka yang juga terputus. Tiba di jembatan jalan trans nasional di Desa Sinandaka, kembali Bupati Iskandar beserta rombongan berpindah kendaraan menuju Desa Pakuku Jaya Kecamatan Tomini.

Suasana pasca banjir di Desa Pakuku Jaya tidak bisa ditebak mana bekas permukiman. Beberapa rumah makan di bagian dekat pantai tertutup arus sungai. Sulit membedakan karena terdapat cabang arus air menyerupai sungai hingga membelah badan jalan nasional. “Di situ sebelumnya ada tiga tempat rumah makan,” ucap seorang warga yang memandu rombongan menuju ke Desa Pakuku Jaya menujuk arah bekas bangunan tertutup arus air.

Rombongan berjalan kaki menyusuri jalan aspal yang tergenang air dan lumpur. Beberapa jam sebelumnya, jalan ini bak sungai besar. Tepi aspal menjadi patahan yang cukup dalam sisa air bah yang menyapu bersih beberapa rumah penduduk. Tiang listrik dan kabel rata di tanah.

Sekitar pukul 15.00 Wita, Bupati Iskandar beserta tim yang berjumlah sekitar 30-an orang harus melintasi perkebunan dan punggungan bukit karena jembatan nasional menghubungkan ke permukiman warga Pakuku Jaya ambruk total. Untuk sampai ke tempat pengungsian, tidak semudah yang dibayangkan. Tim menerobos kaki bukit dengan berjalan kaki penuh lumpur dan berbatu dengan menempuh waktu sekitar hampir satu jam sampai di ujung jembatan yang roboh di bagian barat. Selama perjalanan itu, di sebelah “sungai” dadakan bekas air bah tampak deretan belakang rumah penduduk dan masjid yang sebagian pondasinya menggantung akibat gerusan kencangnya arus banjir. Pemandangan tragis juga terlihat belasan bekas bangunan rumah sudah tidak tersisa lagi.

Tiba di Balai Kegiatan Masyarakat tempat pengungsian warga terdampak air bah, kedatangan Bupati Iskandar mendapat sambutan spontan riuh tepuk tangan oleh warga. Warga sebelumnya tidak menyangka sang pemimpinnya bisa tembus melalui jalur berbahaya itu.

Suasana haru sempat pecah ketika Bupati Iskandar yang dikelilingi warga pengungsi tidak mampu membendung air matanya. Dia menyatakan ikut merasakan apa yang dialami rakyatnya. Rasa ingin mengetahui bagaimana keadaan yang dirasakan rakyatnya itu yang membuat dirinya kuat melewati rintangan berbahaya sampai di tempat pengungsian. Meski ditengah kekacauan pasca bencana, Bupati Iskandar memberikan dorongan semangat kepada warganya bahwa mereka tidak sendiri merasakan dampak bencana besar ini. Dia memberikan keyakinan situasi sulit ini akan cepat berlalu dan pemerintah segera mengirimkan bantuan bahan pokok, entah itu lewat darat atau laut agar cepat sampai.

Tidak terasa, hampir dua jam berlalu, di tengah hujan deras di bawah tenda darurat

1 2 3 4
Bagikan berita ini:

Comments are closed.

instink.net