Air Bah Landa Bolsel

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

melebar dan meninggi hingga menerjang puluhan rumah dan masjid. Sungai mati itu berubah bak aliran arung jeram super ekstrem. Pohon-pohon besar mengapung ikut terseret arus. Dari dataran tinggi dekat pengusian, warga menyaksikan belasan rumah begitu mudah tergerus sungai berarus kencang. Tidak lama berselang setelah seluruh warga dievakuasi, seluruh badan jembatan trans nasional ambruk.

“Tidak sempat lagi bawa barang-barang dan pakaian dari rumah. Air di belakang rumah so besar. Pakaian yang ada bawa cuma di badan ini. Harta masih bisa dicari, tapi nyawa tidak,” tuturnya.

Saat ini dia beserta istri dan anak juga bersama puluhan warga lainnya mengungsi di Balai Sanggar Kegiatan Masyarakat Desa Pakuku Jaya. Sebagian pengungsi menumpang di rumah warga yang berada di ketinggian.

Air sungai Desa Milangodaa meluap setelah diguyur hujan selama beberapa hari. Air berwarna kecoklatan itu meluber membentuk aliran baru yang sejak tahun 1930-an tidak pernah teraliri air. Semasa sejak, itu warga memanfaatkan sebagian lahan tersebut dengan menanam pohon pisang dan jenis tanaman buah lainnya. Kini air bah membawanya serta dengan rumah penduduk.

“Tidak sangka so jadi sungai besar karena puluhan tahun tinggal di sini tidak pernah terjadi,” ucap beberapa warga pengungsi lainnya.

BPBD Kabupaten Bolsel merilis dampak pasca bencana banjir dan longsor yang berlangsung Jumat pekan lalu. Terkini terdapat tiga jembatan jalan trans nasional di mana dua diantaranya putus dan satu roboh total. Dampak ini membuat 17 desa yang berada di antara di Kecamatan Tomini dan Posigadan terisolir karena jembatan jalan trans nasional di Desa Pakuku Jaya roboh total dan jembatan di Kabupaten Bone Bolango di Provinsi Gorontalo penghubung Kabupaten Bolsel juga terputus.

1 2 3 4
Bagikan berita ini:

Comments are closed.

instink.net