Senin, 16 Juli 2018

Kisah Dibalik Peristiwa Hanyutnya Alda Mooduto

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Instink.net, PERISTIWA – Nabila Citra Mooduto (12) yang keseharian disapa Alda, ditemukan meninggal di irigasi persawahan Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 09.00 WITA, oleh warga setempat.

Gadis belia yang masih duduk di kelas 7 SMPN 1 Kopandakan ini, pada Senin (16/4/2018) sekitar pukul 14.00 WITA, hanyut terseret arus sungai kope di Desa Bungko Kecamatan Kotamobagu Selatan, ketika sedang mandi bersama teman-temannya di sungai itu.

Seperti penuturan Jesica Hipi (13), sebelum peristiwa yang merengut nyawa putri sulung pasangan Sandji Mooduto (38) dan Rostanti Paputungan (36), warga Desa Bungko, ia, Alda dan beberapa temannya, sedang mandi hujan.

“Alda sempat membelikan kami shampoo untuk dipakai bersama saat mandi. Sebelum menuju sungai, kami mandi hujan di lapangan,” ujar Jesica.

Ketika sedang mandi di sungai kata Jesica, melihat air sungai mulai meluap, ia mengajak Alda dan teman lainnya untuk keluar dari sungai. Namun korban menolak.

Penolakan korban dengan alasan untuk menolong 2 teman lainnya, Sofi Daumpu (10) dan Pri Modeong (10), yang terlebih dahulu hanyut. Bahkan kata Jesica, korban sempat mendorongnya, karena saat itu, ia memaksa dengan menarik tangan Alda.

“Saya mengatakan Sofi dan Pri sudah selamat, tapi ia memaksa, karena keduanya menurut Alda, masih memanggil namanya untuk meminta pertolongan,” tutur murid kelas 6 SDN 1 Bungko ini, dibenarkan Pingkan Mokoginta (9), teman korban lain.

Sandji Mooduto.

Sofi sempat sedikit menuturkan kejadian. Ia mengatakan, ketika berhasil selamat, ia dan Pri tidak sempat menolong korban.

“Padahal ketika itu, Alda sempat memegang badan saya tapi terlepas,” ucap Sofi singkat.

Kaget dengan hanyutnya Alda, sontak mereka berteriak-teriak meminta pertolongan. Warga sekitar sungai yang mendengar teriakan, langsung menuju tempat kejadian.

Pencarian korban langsung dilakukan warga. Kejadian juga dilaporkan kepada pemerintah kota kotamobagu, Polisi dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos Kotamobagu.

Tim gabungan dibentuk. Terdiri dari Basarnas, Satpol PP Kotamobagu, BPBD Kotamobagu, Babinkamtibmas Kotamobagu Selatan dan warga setempat. Balai Desa Bungko dijadikan posko pemantauan.

Dipimpin oleh Koordinator Basarnas Pos Kotamobagu Rusmadi, tim dibagi 3 kelompok. Pencarian dilakukan mulai dari titik kejadian, menyusuri aliran sungai ke Desa Kopandakan dan Poyowa Kecil, sampai pada tempat pembuangan akhir (TPA) hingga pukul 24.00 WITA.

Selanjutnya, pantauan terus dilakukan sampai esok harinya, tersiar kabar, korban telah ditemukan oleh warga Desa Poyowa Kecil. Tim langsung menuju tempat ditemukannya korban, kemudian membawanya ke rumah duka.

Malam disaat pencarian, jurnalis instink.net sempat menemui orang tua korban. Sandji Mooduto, ayah korban mengharapkan, anaknya segera ditemukan.   

“Ini mungkin sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Saya hanya berharap, anak saya ditemukan meski dengan kondisi apapun,” ujar Sandji.  

Kini Ada telah tiada. Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 12.00 WITA, ia dimakamkan di pekuburan umum Desa Bungko. Sandji dan Rostanti,  pasrah atas musibah yang dialami. Mereka telah ikhlas melepas kepergian kakak dari Alwi Mooduto (5) itu untuk selama-lamanya.

Jurnalis : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Komentar

avatar
1000

instink.net