Kamis, 19 September 2019

Bentuk Komitmen Pemkab Bolsel Melestarikan Burung Maleo

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLSEL – Macrocephalon maleo atau burung maleo adalah endemik langka di Sulawesi yang terancam punah jika dibiarkan. Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, satwa yang dilindungi oleh pemerintah ini juga dapat ditemui.

Di Tanjung Binerean, Kecamatan Pinolosian, terdapat tempat penangkaran burung maleo dan penyu. Oleh pemerintah Bolsel, tempat ini dibangun untuk tujuan wisata khusus penelitian dan edukasi burung Maleo.

Tak cukup sampai disitu, Pemkab juga tengah mempersiapkan peraturan bupati (Perbup) tentang kawasan pengungsian satwa sebagai penguatan legalitas konservasi diluar kawasan.

Melepas dahaga dengan kelapa muda juga menjadi sajian di Tanjung Binerean (Foto : Disparbud).

Rabu (14/8/2019), Wakil Bupati Bolsel, Deddi Abdul Hamid, bersama Sekda dan jajaran pemerintah Bolsel, mengunjungi lokasi wisata Tanjung Binerean dalam rangka implementasi Perbup tersebut.

“Ini komitmen Pemda Bolsel terkait upaya konservasi Maleo. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kesimbangan diantara dimensi pembangunan, seperti ekonomi, sosial dan lingkungan, juga dukungan agroforesty sebagai upaya konservasi diluar kawasan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bolsel, Wahyudin Kadullah, Rabu (14/8/2019), saat mendampingi Wakil Bupati Bolsel.

Baca : Musang Pemalu Tertangkap Kamera di Gunung Poniki Dumoga Barat

Lanjut dia, peraturan ini mengatur luas wilayah pengamatan dalam penetapan kawasan area penggunaan lain (APL) di Tanjung Binerean sebagai koridor pengungsian terutama satwa maleo, tarsius dan buaya.

“Perbup ini pertama dan satu-satunya di Indonesia. Hal ini untuk menunjang pariwisata khususnya ekowisata dalam bidang edukasi dan penelitian,” tandasnya.

Penulis : Torik Dzul Fadh

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

2 × 1 =

instink.net