Senin, 28 September 2020

Warga Kotamobagu Masih Belum Patuh Menggunakan Masker

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

KOTAMOBAGU – Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu, Dinas Perhubungan dan Dinas Satpol PP Kotamobagu serta anggota TNI melakukan razia terhadap pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Razia dilakukan terhadap warga yang melewati simpang lima antara jalan Ahmad Yani dan Jalan Adampe Dolot (Bundaran Paris) dan tidak menggunakan masker.  

Kasat Lantas Polres Kotamobagu, IPTU Novita Citra yang memimpin jalannya razia, melihat masih banyak masyarakat kotamobagu yang tidak menggunakan masker. Menurutnya, belum ada kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker saat ini.

“ Kami berkeliling dari Paris Superstore, kemudian ke pertokoan kearah pasar Serasi, masih banyak masyarakat kotamobagu yang tidak menggunakan masker. Mereka masih belum sadar atas penggunaan masker,” ujar IPTU Novita, Selasa (25/8/2020) kepada sejumlah jurnalis usai razia.

Dari yang terlihat, masyarakat yang ditemukan tidak menggunakan masker diberikan sanksi berupa teguran dan disuruh melakukan senam sehat jika ia perempuan, serta sanksi  push up untuk laki-laki.

Lanjut Novita, tim nantinya akan menggelar kegiatan rutin terkait razia masker ini. Menurutnya lagi, jika masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker, akan diberikan sanksi khusus di lapangan Boki Hoti Nimbang Kotamobagu.

“Ini  baru tahap sosialisasi. Nanti berikut, kita akan melaksanakan kegiatan rutin mengenai pendisiplinan masker, apabila nanti masyarakat kotamobagu khususnya, masih tidak menggunakan masker, kami akan membawa ke lapangan untuk diberikan pembinaan secara khusus berupa olah raga,” katanya.

“Selain di pusat kota, kami juga akan ke pusat-pusat keramaian lainnya untuk melihat sejauh mana kesadaran masyarakat menggunakan masker,” tambahnya.

Pemerintah Kota Kotamobagu juga akan mewajibkan penggunaan masker di wilayah ini. Kewajiban penggunaan masker akan diatur melalui Peraturan Wali Kota Kotamobagu.

“Pemkot telah mengajukan Perwako tersebut kepada gubernur. Jika usulan Perwako sudah disetujui, maka akan segera diberlakukan,” kata Sekretaris Kota Kotamobagu, Sande Dondo dalam keterangannya beberapa waktu lalu di media massa.

Ketegasan pemerintah, menurut Sande, karena berdasarkan pantauan, masih banyak masyarakat Kotamobagu tidak mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Sanksinya berupa denda uang tunai. Untuk perorangan di denda Rp50 ribu, sedangkan perusahaan sebesar Rp250 ribu,” tandasnya.  

Penulis: Rahmat Putra

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

14 − six =

instink.net