Kamis, 24 September 2020

Pemda Bolsel Tidak Gagal

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +
Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dibuat syok setelah Pemerintah Daerah Bolsel melalui siaran pers, Selasa (19/5), memaklumatkan hasil SWAP dari labolatorium di Manado yang diterima baru-baru ini; dari beberapa poin tersebut satu di antaranya—sangat penting—yakni bahwa satu dari tujuh orang warganya dinyatakan positif terpapar virus Covid-19. Hasil ini dapat dikatakan pukulan telak bagi pemerintah Bolsel. Apakah ini kelalaian pemerintah Bolsel?

Sepintas kita kembali ke masa hampir sebulan sebelumnya, atau tepatnya ketika Pemda Bolsel mulai bergerak cepat dengan membentuk tim gugus yang melibatkan segenap lembaga baik itu Polri, TNI, dan seluruh intansi pemerintah dalam pencegahan wabah pandemi ini tembus di Kabupaten Bolmong Selatan. DI bawah komando Bupati Hi Iskandar Kamaru—ia juga sangat sering turun di lapangan—terus memantau kesiapan dari sejumlah intansi pemerintah dan lembaga pelayanan publik (seperti rumah sakit dan puskesmas; mulai dari kelengkapan APD dan para medisnya) guna menghadapi ketika wabah ini merambah di Kabupaten Bolsel.

Sementara saat itu, di luar daerah, paling dekat Kabupaten Bolmong dan—paling utama—Kota Kotamobagu ketika itu sudah panik dengan dikejutkan telah terpaparnya sejumlah warga positif virus Corona. Hal ini terjadi lebih disebabkan lemahnya pengawasan pemerintah Kotamobagu dalam men-trekking warganya yang datang dari luar daerah (Kabupaten Gowa) kembali ke rumah (Kotamobagu).

Letak geografis Kabupaten Bolmong Selatan yang menghubungkan antara Kabupaten Bolmong-Kota Kotamobagu dan Provinsi Gorontalo, sangat rentan penularan virus ini terjadi. Di mana sejumlah klaster di Kabupaten Bolmong, Kota Kotamobagu dan Provinsi Gorontalo sudah terpapar

virus Corona. Hingga sejauh itu, Kabupaten Bolmong Selatan mampu bertahan dalam status kategorikan zona hijau—belum terpapar virus.

Langkah cepat pemerintah Bolsel dalam pencegahan mewabahnya virus Covid dengan memberlakukan system lockdown yakni menutup total area perbatasan masuk-keluar daerah pada jam-jam tertentu. Pemberlakukan sistem ini sudah berjalan cukup baik, juga disertai dengan upaya mengajak masyarakat untuk menghindari atau sebisa mungkin mengurangi aktivitas luar rumah.

Dampak ekonomi-sosial pasca diterapkannya upaya pencegahan penularan virus Corona, secara cepat dan cerdas telah diatasi oleh pemerintah Bolsel dengan menyalurkan bantuan sembako dan BLT/BST kepada masyarakat terdampak. Masyarakat sangat terbantukan ketika menghadapi turunnya aktivitas perekomonian rakyat.

Namun begitu, upaya pencegahan virus yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang dan tidak mudah terdeteksi ini, bisa berpeluang bakal bobol jika masyarakat tidak ikut awas dan patuh.

Status ‘pecah telur’—meminjam istilah warga dunia maya, Kabupaten Bolmong Selatan keluar dari zona hijau kita tidak lantas kecewa kemudian menggerutu kepada pemerintah Bolsel. Wilayah pelosok timur Kabupaten Bolsel yang nota bene jauh dari ibu kota kabupaten, tepatnya di Desa Adow, telah memecah kepanikan masyarakat Bolsel yang selama ini dikhawatirkan. Satu orang terpapar dapat mudah tertular puluhan orang lainnya hanya dalam hitungan menit.  

Pemerintah Bolsel bukan struktur kepemerintahan superior yang mampu membendung virus pandemi tak kasat mata di tengah masyarakat awam kebanyakan. Pemda Bolsel telah melakukan dan memberikan jauh yang terbaik dari apa yang kita harapkan bagi masyarakat terdampak.

Bantuan sosial, BLT, BST cepat disalurkan oleh pemerintah Bolsel sebelum masyarakat berteriak kelaparan.

Jika menginginkan Bolsel kembali ke zona hijau dan berhasil mempertahankan masyarakatnya tidak (bertambah) terpapar dari virus Corona, itu berpulang pada masyarakat Bolsel.

Kesadaran dan patuh atas upaya pencegahan penyebaran virus Corona wajib ditanamkan pada diri masing-masing. Semoga kekhawatiran yang lebih besar terhadap masyarakat Bolsel tidak akan terjadi.

 

(tim instink.net)

1 2
Bagikan berita ini:

Leave A Reply

three × two =

instink.net