Ilegal Cara Tangkap Ikan, Nelayan Asal Bajo Diamankan di Bolsel

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Aksi penangkapan ikan secara ilegal di laut Teluk Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan kembali terulang. Namun begitu, nelayan pria asal suku Bajo, di Tilamuta, ini berhasil diamankan di Polres Bolsel, Senin (18/1/2021) dini hari tadi.

Berkat bantuan dan informasi dari masyarakat di Desa Pinolantungan, Bolsel, praktek penangkapan secara ilagl dan tidak ramah lingkungan berhasil digagalkan. Laporan masyarakat yang diterima oleh komunitas penyelam Bolsel tersebut menyebut beberapa nelayan asal suku Bajo tengah tengah melakukan tangkap ikan dengan alat yang tidak diajurkan oleh UU dan aturan yanh berlaku.

“Kami langsung turun saat itu juga. Dan menghubungi Polres untuk sama-sama melakukan tindakan,” ucap Iskandar Sampe, salah satu anggota Bolsel Diving Club, pagi tadi.

Tidak lama berselang, tim BDC di antaranya Iskandar Sampe; Oggi Abas; Rolly Gobel; Rifay Gaga; D’Golz dan sejumlah aparat kepolisian segera melaju ke lokasi sebagaimana laporan yang diterima masyarakat. Turut juga pada malam itu Penyuluh Perikanan Satmingkal BPPP Bitung yang bertugas di Bolsel Faisal Reza dan Kepala Dinas Pariwisata Yayuk Kadullah.

Benar saja. Sang pelaku langsung ditangkap sebelum melancarkan aksinya saat berada di pantai. Dibantu juga oleh pemerintah desa Pinolantungan, sejumlah alat tangkap ikan yang tidak direkomendasikan berupa kompresor untuk menyelam, jaring dasar juga telah diamankan.

Sejumlah peralatan tangkap ikan berhasil diamankan sebagai barang bukti. (Foto: Bolsel Diving Club)

 

“Nelayan ini diketahui sudah beroperasi sejak tiga hati lalu dan juga membuat resah masyarakat di sini. Saat ini pelaku nelayan tersebut sudah diamankan di Polres Bolsel untuk dimintai keterangannya,” kata Iskandar.

Kepala Dinas Pariwisata Yayuk Kadullah mengatakan praktik tangkap ikan secara ilegal ini tidak hanya akan merusak ekosistem dan biota di laut namun juga akan berdampak terhadap keindahan bawah laut di Bolsel yang selama ini diandalkan oleh Bolsel sebagai wisata diving, juga membuat hasil tangpa nelayan lokal akan berkurang.

“Terima kasih kepada masyarajat yang telah memberikan laporan kepada kami. Sikap pro aktif masyarakat seperti sangat diharapkan oleh pemerintah dan polisi untuk menertibkan pelaku-pelaku tangkap ikam secara ilegal di Bolsel,” kata Yayuk. (redaksi instink.net

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

9 + 17 =

instink.net