Data Stunting di Bolsel Masuk Aplikasi SI-PINTER

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Rapat Koordinasi Pengintegrasian Data Program PAUD ke Aplikasi SI-PINTER, diharapkan dapat menjawab soal kevalidan dalam pengelolaan data terhadap program pemerintah mengenai percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Rapat ini dibuka Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H. Iskandar Kamaru SPt di Lapangan Futsal, Kawasan Perkantoran Panango, Senin (17/10/2022).

Rapat koordinasi pengintegrasian data program PAUD ke aplikasi SI-PINTER.

Bupati Iskandar mengatakan, dalam seribu hari pertama adalah masa periode yang sensitif bagi kehidupan seorang anak dalam pemenuhan gizi dan nutrisi lain yang tidak terpenuhi akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki.

Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus atas pemenuhan gizi anak, utamanya pada periode ini. Ditambahkannya, lembaga PAUD adalah salah satu sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang prevalensi kasus stunting di tiap desa.

“Dua komponen penting yang wajib berjalan beriringan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Bolsel yaitu pertama, komitmen pentahelix dalam bekerjasama dan bermitra untuk saling mendukung intervensi penurunan stunting secara holistik integratif tematik dan spasial serta memiliki keterukuran target yang jelas. Kedua, peran keluarga dalam mencegah stunting pada setiap fase kehidupan mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya,” tutur Iskandar.

Rapat koordinasi pengintegrasian data program PAUD ke aplikasi SI-PINTER di lapangan futsal, kawasan perkantoran Panango.

Lanjut Iskandar Kamaru, perbaikan dan pemutakhiran data stunting yang akan menjadi rujukan untuk perencanaan monitoring dan evaluasi intervensi stunting hendaknya dilakukan dengan memperhatikan validitas dan akurasi data. Untuk itulah hadir aplikasi SI-PINTER untuk mendukung pengumpulan data yang baik serta agar cakupan data dapat dikelola dan diukur.

“Saya minta mulai dari tingkat lembaga PAUD, desa, bidan desa dan petugas gizi Puskesmas bersama-sama dengan kader di desa untuk melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi stunting, yaitu balita 2 bulan berturut-turut berat badan tidak naik, balita dengan gizi buruk dan gizi kurang, balita penderita penyakit kronis TBC dan alergi, serta balita dengan gangguan metabolisme,” ucapnya.

“Kepada para camat, saya minta memfasilitasi serta mengkoordinir desa. Pastikan kegiatan untuk penurunan dan pencegahan stunting di tingkat desa, teralokasi lewat dana transfer desa dan dana yang dikelola kelurahan, melalui 5 paket layanan pokok yaitu layanan KIA, konseling gizi terpadu; perlindungan sosial; sanitasi dan air bersih serta layanan PAUD,” tegasnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Wabup Bolsel Deddy Abdul Hamid, Ketua DPRD Ir. Ariffin Olii, Sekda M. Arvan Ohy SSTP,MAP, Asisten I Alsyafri Kadullah SPd,ME, Kadis Dikbud Rante Hattani SPd,MSi, dan para pimpinan PD beserta jajarannya. (ADV)

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

4 × 3 =

instink.net