INFOTORIAL
Pemda Bolmong Selatan terus menseriusi masalah lingkungan yang hari ini belum berjalan maksimal. Karena itu, dibutuhkan solusi konkret melalui kolaborasi semua pihak agar keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian dapat terjaga.
Dalam pertemuan forum lintas sektoral yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (25/2/20206), Bupati H Iskandar Kamaru SPt, MSi menekankan pentingnya langkah-langkah kolaboratif dalam forum yang sudah berjalan beberapa tahun ini.
Dia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan koridor hidupan liar Tanjung Binerean yang memiliki nilai penting bagi kelestarian keanekaragaman hayati di Kabupaten Bolmong Selatan.
Bupati Iskandar memaparkan, bahwa wilayah Bolmong Selatan saat ini telah masuk dalam kawasan dengan nilai konservasi tinggi yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke tingkat nasional melalui Bappenas.
Lanjutnya, pemerintah daerah pun tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindungan kawasan konservasi berbasis masyarakat.
“Pemerintah daerah juga berencana menjalin kerja sama dengan PT. JRBM dalam program penanaman pohon yang diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucap Iskandar.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Danny Hendry Pattipeilohy, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian sejumlah aturan agar kawasan konservasi dapat selaras dengan koridor pemanfaatannya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk
pembentukan tim khusus untuk mengkaji kebijakan dan langkah teknis ke depan.
Hadir dalam agenda ini, Ketua DPRD Bolsel Ir. Ariffin Olii, para pejabat tinggi pratama Pemda, camat dan sangadi seputaran koridor, serta para mitra kolaborasi dan pemerhati lingkungan. (***)