Tahap I KUA-PPAS 2023 Diparipurnakan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Rapat paripurna Rabu Tahap I tentang penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara tahun anggaran 2023, digelar DPRD Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rabu (6/07).

Ketua DPRD Arifin Olii memimpin jalannya rapat yang didampingi Wakil Ketua Hartina Badu. Turut hadir, anggota DPRD Bolsel juga Bupati Bolsel Hi Iskandar Kamaru SPt, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Sekertaris Daerah Arvan Ohy, kepala OPD dan jajaran ASN Pemkab Bolsel.

Tahap I KUA-PPAS 2023.

Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii dalam Tahap I KUA-PPAS 2023.

Ketua Arifin Olii mengungkapkan, KUA dan PPAS ini menjadi acuan bagi Dewan dan pemerintah dengan berpedoman pada RKOD TA 2023 dan kemudian disusun menjadi APBD 2023.

“Tentu besar harapan kami, APBD 2023 harus bertolak pada kepentingan umum dan pro terhadap rakyat,” ucap Arifin.

Bupati Iskandar juga mengungkapkan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Bolsel tahun 2021 tumbuh positif sebesar 3,74 persen.

Tahap I KUA-PPAS 2023.

Bupati Bolsel Hi Iskandar Kamaru SPt dalam Tahap I KUA-PPAS 2023.

Hal ini terjadi karena kondisi perekonomian mulai pulih pasca pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh beberapa lapangan usaha, salah satunya lapangan usaha konstruksi yang tumbuh 8,16 persen di tahun 2021. Namun yang tetap memberikan kontribusi besar adalah lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan pertumbuhan sebesar 1,87 persen dan berkontribusi sebesar 38,14 persen pada PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2021,” terang Iskandar.

Bupati melanjutkan, Pemerintah Daerah telah menyiapkan beberapa kebijakan strategis seperti, peningkatan lapangan usaha melalui program pengembangan UMKM, peningkatan produksi pertanian, peternakan dan perikanan, peningkatan belanja pemerintah daerah di bidang konstruksi/ infrastruktur dasar saran dan prasarana publik.

Selain itu, penyediaan lapangan kerja dan pemberian bantuan sosial. Beberapa program Pemerintah Daerah dalam rangka penguatan dan pemulihan ekonomi. Yakni, program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, program pengembangan UMKM, program pengembangan iklim penanaman modal, program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata serta program peningkatan infrastruktur ekonomi masyarakat. (ADV)

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

twenty − 1 =

instink.net