Selasa, 12 November 2019

Kadis Sosial Bolmong Diperas oleh Penelepon Mengaku Pejabat Kejari Kotamobagu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLMONG – Aksi pemerasan melalui telepon menyasar pejabat Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Adalah Kepala Dinas Sosial Bolmong, Abdul Haris Bambela, ditelepon orang yang mengaku Kasi Intel Kejari Kotamobagu, Jumat (1/11/2019) pagi.

“Si penelepon memberikan nomor yang katanya Kasi Pidana Khusus Kejari Kotamobagu, dan meminta saya menghubunginya,” kata Bambela via Whatsapp.

Setelah terhubung, kata Bambela, orang yang mengaku Hendro mengatakan bahwa Kepala Kejari meminta uang tanpa menyebut jumlahnya untuk ditransfer. Pengaku nama Hendro juga mengirimkan nomor rekening 7083 01 009742 537 atas nama Rini Mustika Ratu, yang katanya rekening milik bendahara Kejari.

Ia juga menambahkan, penelepon yang mengaku Kasi Intel mengatakan bahwa Sekretaris Daerah, Bolmong, Tahlis Gallang telah mengirimkan uang kepadanya.

“Setelah saya cek ke pak Sekda, beliau mengatakan itu tidak benar dan berpesan kepada saya agar berhati-hati terhadap penipuan,” katanya. Menurut Bambela, si penelepon masih terus menghubunginya sambil memaksa untuk segera ditransferkan uang.

Dihubungi terpisah, baik Kasi Intel Suhendro G Kusuma SH dan Kasi Pidsus Imron Mashadi SH MH menyangkal kabar tersebut. Keduanya bahkan mengaku tidak mengenal Abdul Haris Bambela.

“Saya tidak pernah menghubungi baik melalui media apapun untuk meminta-minta sesuatu. Nomor saya hanya ini kok. Kemarin juga baru ada kejadian yang mencatut nama kita. Kami sudah cek posisinya ada di Sulawesi Selatan,” kata Suhendro melalui sambungan telepon. Imron juga mengatakan tidak pernah menghubungi karena tidak mengenal Bambela.

Mereka berpesan agar para pejabat ataupun pihak-pihak yang sedang ditangani Kejari, agar jangan pernah percaya dengan orang-orang yang mengaku dari Kejari untuk meminta sesuatu.

“Kita berharap untuk pejabat yang ada di Bolaang Mongondow Raya, sama pihak-pihak yang sedang ada ditangani di Kejari untuk waspada atau hati-hati apabila ada telepon yang mengatasnamakan dari pihak pejabat Kejari Kotamobagu. Apabila ada, yang meminta-minta uang, silakan datang di kantor Kejari untuk konfirmasi. Ditunggu ya,” ucap Suhendro.

Tim IT instink.net telah melakukan penelusuran dengan aplikasi penganalisis panggilan terhadap nomor telepon yang mengaku pejabat Kejari Kotamobagu tersebut. Dari hasil penelusuran, terdapat banyak nama terkait dengan nomor tersebut, diantaranya Kapolres, Kades Labae dan Kacabjari.  

Penulis: Rahmat Putra Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

sixteen − 15 =

instink.net