Senin, 25 Mei 2020

2 Hari di Kotamobagu, WNA asal Jerman Dipulangkan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

KOTAMOBAGU – Bonhke Sasca  (33), warga negara Jerman, yang empat hari lalu datang dari Propinsi Bali, dipulangkan ke Bali. Bonhke datang bersama calon isterinya, Ni Luh Ayu Aryanti Dewi (32), warga Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang kini menetap di Pulau Dewata. “Mereka datang meminta restu kepada orang tua Ni Luh untuk melangsungkan pernikahan,” kata salah satu keluarga Ni Luh yang enggan namanya di publis, Kamis (2/4/2020).

Menurut keterangan pria yang kami temui di Hotel Tamasya itu, keduanya menemui ibu Ni Luh kemarin, Rabu (1/4/ 2020). “Sebelumnya mereka bertemu ayah Ni Luh di Desa Inuai (Bolaang Mongondow), dan sempat menginap disana,” ungkapnya.

Rabu malam sekitar pukul 21.30 Wita, mereka check in di Hotel Tamasya. Keberadaan Bonhke langsung dilaporkan kepada pihak Imigrasi Kotamobagu dan tim Gugus Tugas Covid-19 Kotamobagu oleh pihak hotel. “Malam itu juga kami langsung melaporkan adanya warga negara asing yang menginap di hotel kami. Itu menjadi kewajiban hotel melaporkan WNA yang menginap sebagaimana aturan dari kantor Imigrasi,” kata pengelola hotel, Silvana Lesar.

Baik Bonhke maupun Ni Luh, keduanya memiliki kartu kewaspadaan kesehatan yang diterbitkan pemerintah Bali. Hasil pemeriksaan untuk Covid-19, keduanya dinyatakan negatif. Namun oleh tim Gugus Tugas keduanya tetap dibawa ke Puskesmas Motoboi Kecil untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.  

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya dinyatakan sehat. Namun, koordinasi antara pemerintah dengan Imigrasi dan tim gugus tugas memutuskan keduanya dipulangkan ke Bali,” ujar Ketua Tim Gugus Tugas Kotamobagu, Refly Mokoginta saat diwawancarai di hotel, Kamis sore.

Disisi lain, menurut Refly, pemerintah kota belum membatasi keluar masuk orang asing di wilayahnya. Hotel juga tidak dilarang menerima tamu warga negara asing.

“Pihak hotel tetap bisa menjalankan bisnisnya, hanya saja sudah ada imbauan dari pemerintah, jika ada tamu dari luar daerah yang nginap, agar segera dilaporkan,” kata Refly yang juga Kepala BPBD Kotamobagu itu sembari berjanji akan lebih meningkatkan kewaspadaan masuknya orang dari luar daerah Kotamobagu, khususnya yang melakukan perjalanan dari arah Manado.

Sore itu juga, Bonhke dan Ni Luh diantar ke Manado untuk diterbangkan ke Bali. Petugas dari kantor Imigrasi Manado turut mengawal perjalanan keduanya dari Kotamobagu ke Manado.

Penulis: Rahmat Putra Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

sixteen − nine =

instink.net