Warga Bolmong Terdampak Pandemi Covid-19 Mulai Terima BLT-DD

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLMONG – Sejak ditetapkan menjadi bencana nasional non alam oleh Presiden RI Joko Widodo, wabah corona tidak hanya menjadi momok bagi kesehatan masyarakat, tapi juga turut berdampak pada ekonomi akibat diberlakukannya kebijakan dalam memutus mata rantai penyebarannya.

Meski begitu, berbagai kebijakan diambil untuk meminimalisir akibat yang ditimbulkan dari kelesuan roda perekonomian. Salah satunya, dengan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak virus yang oleh WHO ditetapkan menjadi pandemi ini.

Kebijakan itu berupa pergeseran anggaran dana desa kurang lebih 20 – 30 persen untuk diberikan kepada warga terdampak corona virus disease 2019 (COVID-19) dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), hal ini tentunya berlaku sama. Pemerintah setempat secara berjenjang mulai mempersiapkan penyaluran bantuan tersebut. Dan, pada Rabu (29/4/2020), Desa Pasir Putih, Kecamatan Sangtoobolang, menjadi tempat perdana penyerahan BLT.

Esok harinya (hari ini), Kamis (30/4/2020) serentak di 15 kecamatan mulai menyalurkan bantuan termasuk desa lainnya di Kecamatan Sangtombolang. Contohnya di Desa Bolangat Timur. Forkopimca setempat turun langsung membagikan BLT ke rumah-rumah warga penerima bantuan yang sebelumnya telah melalui pendataan.

Dari keterangan Camat Sangtombolang Esly Manabung, di wilayahnya, dari 12 desa, telah ada 7 desa yang siap disalurkan bantuan. Menurut Esly, hal ini atas rekomendasi berdasarkan keputusan musyawarah masing-masing desa.

”Khusus Kecamatan Sangtombolang, dari total 12 Desa sudah ada 7 desa yang mendapat rekomendasi pencairan dana desa. Sementara, untuk desa yang belum mendapatkan rekomendasi, diminta agar segera menindaklanjuti,” ungkap dia.

“Penerima BLT  Dana Desa diputuskan lewat rapat di tingkat Desa yang di dalamnya terlibat Forkompimca, termasuk juga ada Satgas Covid-19. Jadi, mereka yang benar benar terdampak Covid-19 yang menerima bantuan ini,” jelasnya menambahkan.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bolmong, Ahmad Yani Damopolii menerangkan, anggaran dana desa yang bisa digunakan untuk penanganan COVID-19, yakni sebesar 25-30 persen sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Mendes-PDTT) RI.

Lanjut Damopolii, BLT-DD dialokasikan Rp600 ribu per kepala keluarga selama 3 bulan. Mekanisme penyaluran BLT , kata dia, ditransfer kepada masyarakat yang sudah memiliki rekening.

“Sementara untuk masyarakat yang tidak memiliki rekening akan diserahkan langsung tunai. Selain masyarakat miskin, BLT-DD disalurkan kepada masyarakat yang belum pernah menerima bantuan jenis apapun termasuk PKH,” terangnya.

Advetorial

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

9 + eight =

instink.net