Wabup Yanny Paparkan RKPD Bolmong Tahun 2019 di Rakor se-Sulut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) turut serta pada Rapat Koordinasi Pembangunan dan Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2018 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (21/2/2019). Wakil Bupati Bolmong Yanny Ronny Tuuk STh MM menjadi wakil Pemkab Bolmong pada kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Dikesempatan ini, Wabup Yanny memberikan pemaparan RKPD Bolmong tahun 2019 yang mengambil tema Peningkatan Sarana dan Prasarana Layanan Dasar dan Infrastruktur Perekonomian Berskala Perdesaan yang berorientasi pada Potensi Unggulan Lokal dihadapan unsur Forkopimda Sulut, para kepala instansi vertikal dan BUMN, Kepala Daerah se-Sulut, jajaran pemerintah Provinsi Sulut serta dihadiri oleh para kepala Bappeda Kab/kota se-Sulut, yang hadir.

“Dalam RKPD Bolmong tahun 2019 terdapat empat prioritas pembangunan yakni, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pembangunan dalam bidang ekonomi dan pembangunan dalam bidang infrastruktur serta bantuan keuangan untuk pemerintahan desa,” kata Yanny.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey (Foto: Humas Pemkab Bolmong).

Ia juga menunjukan solusi Pemkab dalam menyelesaikan masalah atas pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bolmong pada tahun 2018.  Dikatakannya, Pemkab Bolmong dengan belum optimalnya penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan penyediaan infrastruktur dasar dan infrastruktur penunjang perekonomian.

“Sistem Pemerintahan yang integratif melalui institusionalisasi inovasi dan reformasi birokrasi dengan implementasi aplikasi E-Governance yakni, E-Planning, E-Budgetting, E-Monev, E-Database dan E-Lakip dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai penunjang perekonomian melalui kemitraan pembiayaan pembangunan. Solusi ini yang dipakai untuk menindaklanjuti dan mengatasi permasalahan tersebut,” bebernya.

Sebelumnya, Gubernur Olly melalui sambutannya menyatakan bahwa beberapa pencapaian indikator pembangunan di Provinsi Sulut tahun 2018 dalam pertumbuhan ekonomi apabila dibandingkan dengan tahun 2017 lalu memang agak menurun. Dikatakannya, jika di tahun 2017 berada di angka 6,23 persen, pada tahun 2018 hanya mencapai angka 6,01 persen.

“Hal ini diakibatkan karena beberapa industri besar di Sulut belum berjalan dengan baik sebagaimana harapan kita bersama. Begitu juga tingkat inflasi dalam 3 tahun terakhir ini sangat menggembirakan dimana tingkat inflasi kita hanya sebesar 3,83 persen dari sebelumnya sebesar 6 persen tetapi dalam 2 tahun terakhir ini kita bisa menekan tingkat inflasi sehingga masyarakat merasakan harga-harga kebutuhan pokok di hari-hari besar bisa terkendali,” kata Olly.

Yanny Ronny Tuuk bersama pejabat daerah lain (Foto: Humas Pemkab Bolmong).

Namun demikian, ia mengatakan, Sulut berhasil mengurangi angka pengangguran karena banyak terdapat lapangan kerja baru yang telah dibuka dan hal ini menjadi trend positif. Hal yang sama juga terjadi pada sektor penanaman modal yang semakin hari semakin meningkat.

Diakhir sambutannya ia berpesan bahwa keberhasilan bupati dan wali kota dalam pembanguan daerah mencerminkan keberhasilan pemerintah provinsi Sulut. “Mudah-mudahan apa yang dibahas dalam rapat koordinasi di tahun 2019 ini kita dapat menyelesaikan segala persoalan masyarakat sehingga di rapat koordinasi tahun depan nanti, kita akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap kegiatan-kegiatan kita yang ada di daerah,” pungkasnya.

Advetorial

Editor : Rahmat Putra Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

five + 16 =

instink.net