Pemuda Laskar Bencana

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Air kiriman dari sungai Toluaya meluap menggenangi ratusan rumah penduduk di Desa Toluaya Kecamatan Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), akibat intensitas curah hujan cukup tinggi, Jumat (24/7). Ketinggian air hingga di pangkal paha orang dewasa bahkan sampai pinggang warga yang bermukim di dataran rendah.

Kabar banjir dan longsor viral di media sosial. Unggahan foto banjir dan longsor ini mengundang empati dan prihatin oleh masyarakat luas khususnya di Bolmong Raya. Tidak sedikit mereka tergerak lalu bergerak menggalang bantuan dana, makanan dan bahan pokok untuk dikirimkan ke lokasi terdampak. Seperti yang dialami Nadya Moha (31) warga Desa Toluaya, hanya sesaat setelah mengunggah foto dan video banjir yang direkamnya langsung di sekitar rumahnya, mendapat respon empati dan dukungan dari netizen.

Dia menerima sejumlah kiriman bantuan dari teman-temannya di Kotamobagu untuk disalurkan ke warga yang tertimpa bencana. Bala bantuan kemudian terus mengalir mulai dari makanan, sayuran hingga pakaian bekas dari sejumlah komunitas sosial peduli bencana seiring hari berjalan dan bencana masih terus terjadi. Nadya bersama Tyo dan Kuleng, mulai kewalahan menerima dan menyalurkan bantuan karena keterbatasan personil relawan.

Hal ini kemudian mereka komunikasikan bersama para pemuda untuk membentuk posko bantuan dan dapur umum untuk memasak. Hanya hitungan beberapa menit saja, puluhan pemuda dari sejumlah komunitas di ibukota berkumpul membentuk satu gerakan kemanusian.

Tidak pernah direncanakan sebelumnya, kediaman Nadya yang berada di pusat ibukota bakal menjadi tempat pusat penyaluran bantuan dan dapur umum pasca bencana satu-satunya yang berdiri atas inisiatif kebersamaan dan rasa kemanusiaan oleh kaum pemuda. Boleh dibilang, dapur umum yang dikelola para pemuda ini paling aktif dan cepat tanggap. Laporan bantuan dan bantuan yang tersisa selalu dilaporkan secara transparan setiap saat melalui media sosial.

Tim ini berasal dari beberapa komunitas dan perhimpunan keluarga, yakni P3IKM, Arecaceae, MEC, KSBUPFAD, BDC, Bagi-Boba Bolsel, Kemang Bolsel, Nilda Family, Sukma Family. Mereka kemudian berbagi tugas pokok sebagai penyalur bantuan, mendata barang dan logistik yang masuk, hingga bagian memasak di dapur darurat secara bergantian. Masuk sebelas hari beroperasi, posko bantuan telah menyalurkan sedikitnya 5331 makanan siap santap yang masih akan terus bertambah..  

Penyalur bantuan makanan masak dan bahan pokok tak hanya dihantarkan di rumah terdampak seputaran ibukota, melainkan juga tembus sampai di desa-desa pelosok seperti di Dumagin Kecamatan Pinolosian Timur, Kecamatan Helumo dan Tomini. Distribusi nasi bungkus dan lauk siap santap terus dilakukan ke desa-desa penyintas sepanjang asap dapur umum mengepul. Tim relawan bergerak pagi hingga malam meski ditengah guyuran hujan dan ancaman banjir. Mereka juga mencatat jumlah orang dan usia di tiap rumah penyintas. 

Kombinasi generasi Y dan generasi Z ini pantas disebut pemuda laskar bencana. Tim relawan pemuda yang bereaksi cepat serta tanggap hadapi bencana meski tidak terlatih secara khusus namun telah banyak berkontribusi membantu peran pemerintah Bolsel dalam penanganan pasca bencana.

Posko bantuan bencana gabungan para komunitas pemuda itu kini telah mendapat kepercayaan oleh para dermawan yang mengirimkan bantuan. Hari ini, posko bantuan gabungan para pemuda tersebut mendapatkan bantuan tenda tambahan dari pemuda Desa Toluaya juga menerima pasukan bahan pokok dari Pemda Bolmong Utara.

Dibalik musibah ini, telah membangkitkan kesadaran dan solidaritas meski sesama tertimpa musibah namun tetap saling bahu membahu terhadap penyintas yang layak mendapatkan pertolongan pertama. Hal seperti inilah laik untuk dicontohi khususnya oleh kaum pemuda. Tidak berpangku tangan menunggu dan menerima bantuan.

 

(tim instink.net

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

five × three =

instink.net