Pemkab Bolmong Apresiasi Program Jaksa Sahabat Desa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow mendukung Kejaksaan Negeri Kotamobagu dalam program ‘Jaksa Sahabat Desa’, program yang digagas Kejaksaar RI ini sasarannya untuk mengembangkan ketahanan pangan di desa, sekaligus untuk melakukan pendampingan pengelolaan dana desa. Kejari meluncurkan program ini tepat di Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 Kejaksaan RI.

Pemkab Bolmong melalui Sekretaris Daerah, Tahlis Gallang menyambut baik program Jaksa Sahabat Desa. Menurut Panglima ASN Bolmong ini, meski di tengah pandemi COVID-19, momen peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 Kejaksaan RI, khususnya Kejaksaan Negeri Kotamobagu, semakin menunjukkan bakti serta karyanya dalam mengawal pembangunan di daerah demi terwujudnya masyarakat yang madani.

Program Jaksa Sahabat Desa, lanjut Tahlis, sangat membantu pemerintah daerah uyang sebagaimana diketahui di Bolmong memiliki 200 desa yang tersebar di 15 Kecamatan. “Semoga dengan adanya program Jaksa Sahabat Desa, pengelolaan Dana Desa akan lebih terarah dan tidak terjadi lagi permasalahan seperti sebelumnya,” harapnya.

Menurutnya lagi, kejaksaan dapat juga membantu pemerintah desa sehigga desa akan lebih cepat berkembang, serta banyak melahirkan inovasi baru dengan adanya pendampingan. Apaterlebih, pemanfaatan lahan dalam rangka ketahanan pangan di wilayah paling luas di Sulawesi Utara ini.

Terpisah, Camat Passi Barat Ma’arif Mokodompit, ketika di tanya terkait program Jaksa Sahabat Desa mengaku sangat mensuport. Ia menilai pogram tersebut sangatlah positif. “Situasi pandemi COVID-19, desa itu perlu inovasi baru,” ucapnya.

Di wilayahnya, kata Maarif, siap menjadi daerah pertama masuknya program tersebut. “Kecamatan Passi Barat sangat welcome. Jika berkenan, Kecamatan kami akan menjadi daerah pertama masuknya progam ini,” pinta Ma’arif.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Hadiyanto, mengatakan, di era new normal ini harus banyak melakukan inovasi, dengan tidak menghambat tugas dan fungsi Kejaksaan di tengah pandemi Covid-19. “Intinya kita harus tetap berkarya walaupun kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya,” ujar Hadiyanto disela-sela upacara dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 60 di Taman Makan Pahlawan, Kelurahan Mongkonai, Selasa (21/7/2020).

Ia berharap, semoga pandemi ini akan segera berakhir agar bisa bersinergi lagi dengan semua stakholeder termasuk pemerintah daerah. Keadaan darurat bencana non alam yang dirasakan di seluruh dunia ini sangat berdampak pada perekonomian. Terutama bagaimana ketahanan pangan yang perlu dicarikan solusi. Pihaknya mengaku sudah melakukan pendampingan terutama soal recofusing anggaran bantuan pangan ke masyarakat, agar tidak ada keraguan sebagai bentuk pencegahan.

Kejari Kotamobagu sangat mendukung program ketahanan pangan yang sudah digalakan disetiap daerah, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow. Wilayah BMR tanahnya sangat subur, ini tentunya bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan. Saat ini Kejaksaan Negeri Kotamobagu sedang menyusun program Jaksa Sahabat Desa yang rencananya akan Launching Agustus mendatang.

“Kita melihat apa-apa potensi di desa yang bisa ditanam untuk mengatasi soal ketahanan pangan. Bekerjasama dan mencari solusi bagaimana lahan-lahan yang tidak produktif dibuat produktif. Kuncinya ada di desa-desa. Sekarang ini kita fokus di desa-desa. Dengan menggunakan dana desa, tentu bisa lebih menghidupkan ketahanan pangan,” jelasnya.

Dalam program Jaksa Sahabat Desa ini, Hadiyanto, mencontohkan seperti pengembangan di sektor Bumdes sekaligus melakukan pendampingan sebagai upaya pencegahan, serta bagaimana masyarakat menghadapi situasi pandemi Covid-19 atau bencana non alam ini.

Di momen Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 dan HUT Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) ke-20, Kejaksaan Negeri Kotamobagu melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan yang ada di Kelurahan Mongkonai. Ziarah dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Kotamobagu Hadiyanto, dihadiri seluruh pejabat, jajaran Kejari serta Ketua dan pengurus IAD Cabang Kotamobagu yang diawali dengan upacara serta hening cipta.

Advetorial

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

nineteen − nineteen =

instink.net