Mengenal Makanan Pemicu Kanker

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Instink.net, KESEHATAN – Mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi, lemak dan natrium secara berlebihan, bisa menyebabkan obesitas atau penumpukan lemak berlebihan pada badan. Pola makan seperti ini bahkan memungkinkan akan dapat terkena penyakit kanker.

Dikutip dari laman klikdokter, sebuah penelitian dari peneliti Inggris yang diterbitkan PLOS Medicine menemukan hubungan antara pola makan rendah gizi dengan peningkatan risiko kanker.

Sejak 2007, para peneliti telah melakukan pelabelan pada nutrisi yang dikenal dengan nama Nutri-Score. Pelabelan digunakan untuk mengevaluasi diet pada lebih dari 470.000 orang dewasa. Koreksi juga dilakukan pada faktor-faktor lain semisal kebiasaan olahraga dan merokok.

Tim peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang punya pola diet kurang baik memiliki risiko tertinggi kanker perut, kolorektal, saluran pernapasan, kanker hati, kanker paru-paru (untuk pria), dan kanker payudara (untuk wanita).

Ada 10 makanan yang disinyalir dapat meningkatkan risiko terkena kanker yang diterbitkan di laman klikdokter, yaitu :

Makanan yang dipanggang

Pecinta makanan yang dipanggang, berhati-hatilah! Masalahnya bukan pada tingkat kematangan daging. Hal ini lebih kepada pada cara memasak daging di atas panggangan yang bersifat karsinogenik, apalagi jika menggunakan arang.

Makanan fermentasi

Makanan fermentasi sedang naik daun belakangan ini. Sebab, makanan tersebut diyakini memberikan segudang manfaat karena mengandung bakteri baik untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Hal tersebut memang benar, tapi tidak sepenuhnya. Karena makanan fermentasi itu sendiri umumnya mengandung kadar garam (natrium) yang tinggi, sehingga dihubungkan dengan peningkatkan risiko kanker perut.

“Studi telah menemukan tingkat kanker yang lebih tinggi pada populasi Asia yang mengonsumsi banyak kimchi dan ikan asap yang difermentasi,” kata pendiri Medical Offices of Manhattan, Robert Segal, MD.

Daging awetan atau charcuterie

Contoh daging yang telah diawetkan, seperti sosis, ham, dan salami. Meski memiliki rasa yang khas, proses pada charcuterie dapat membentuk nitrit―senyawa yang ditemukan dapat

Minuman beralkohol

Direktur ilmiah penelitian epidemiologi untuk American Cancer Society (ACS), Mia Gaudet, PhD, berkata bahwa asupan alkohol dalam takaran sedang hingga berlebih berhubungan erat dengan peningkatkan risiko kanker.

Lemak tak jenuh

Lemak trans memang belum secara pasti berhubungan dengan kanker. Akan tetapi, terdapat satu studi yang menemukan bahwa pasien kanker payudara yang mengonsumsi makanan mengandung lemak trans memiliki kemungkinan 78 persen lebih tinggi untuk meninggal dalam waktu 7 tahun sejak didiagnosis dibandingkan dengan mereka yang menghindari makanan jenis ini.

Daging merah

Menurut American Institute for Cancer Research, daging sapi, babi, bahkan domba bisa meningkatkan risiko kanker. Disebutkan bahwa makan lebih dari 18 ons total daging merah setiap minggu dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Soda

Terlalu banyak minum manis terbukti dapat meningkatkan berat badan, dan keadaan tersebut merupakan salah satu faktor yang diduga kuat turut meningkatkan risiko kanker.

“Semakin banyak lemak tubuh yang anda miliki, semakin tinggi tingkat estrogen yang bersirkulasi, dan itu meningkatkan peluang anda mengembangkan kanker payudara dan organ reproduksi,” ujar pendiri Medical Offices of Manhattan, Robert Segal, MD.

Popcorn yang dimasak di microwave

Microwave dilapisi dengan zat antilengket yang mengandung PFOA (karsinogen). Penelitian mengatakan, bahan kimia tersebut dapat meningkatkan risiko kanker hati, kanker testis, dan kanker pankreas pada hewan yang dijadikan uji coba.

Saus tomat kalengan

Produsen saus tomat kalengan biasanya menggunakan kaleng berjenis bisphenol A (BPA). BPA dapat mengganggu produksi hormon seks, meningkatkan risiko kanker payudara dan prostat. Karena keasamannya yang tinggi, tomat cenderung menyerap bahan kimia dari lapisan kaleng dan membuatnya menjadi sumber BPA yang jauh lebih pekat.

Minuman panas

Ada bukti yang menunjukkan bahwa menyajikan minuman pada suhu 65 derajat celsius atau lebih tinggi dapat meningkatkan risiko kanker esofagus (kerongkongan). Para peneliti percaya bahwa suhu tinggi dapat merusak jaringan, dan membuatnya rentan terhadap perkembangan lesi kanker.

Itu dia beberapa makanan yang diduga kuat dapat meningkatkan berbagai jenis kanker. Meski belum dapat dibuktikan sepenuhnya, tak ada salahnya untuk selalu waspada dan berhati-hati. Akan lebih baik bila Anda membatasi atau menghindari jenis makanan atau minuman yang disebutkan di atas, agar tubuh terus sehat dan bugar. 

Editor : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

thirteen − thirteen =

instink.net