Gebyar Kulipot Sedot Ribuan Pengunjung

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Instink.net, BOLMONG – Kulipot adalah daun yangdigunakan untuk membungkus beras yang hendak di masak di wadah yang terbuat dari tanah. Cara ini dilakukan nenek moyang suku mongondow karena sempat bingung mencari cara untuk memasak beras yang tidak bisa di masak langsung di wadah berbahan dasar tanah.

Warga suku mongondow masih sering membuat makanan ini, terutama saat ada perayaan di hari-hari spesial. Yang paling sering tersaji di saat hari raya Idul Fitri. Tentunya saat membuatnya kini, warga telah menggunakan peralatan yang lebih modern.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow atau tepatnya di Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, perilaku para leluhur ini coba diangkat untuk dijadikan sebuah tradisi. Sejak tahun 2012 oleh warga, tradisi ini ingin diperkenalkan secara luas sehingga penyajian makanan tidak lagi hanya ada di rumah-rumah warga, tetapi disajikan ditempat umum agar bisa dinikmati siapa saja.

Bupati saat mengunjungi stand.

Lapangan olah raga Mopait menjadi tempat strategis digunakan untuk membangun stand-stand yang menyajikan kulipot sebagai makanan utama diantara lauk pauk khas daerah. Dalam bahasa daerah, kegiatan ini disebut mongulipot atau membuat kulipot untuk disajikan kepada orang lain.

Beberapa tahun belakangan, usaha warga untuk memperkenalkan tradisi ini cukup berhasil. Ribuan pengunjung dari luar datang untuk sekadar menikmati makanan gratis yang terbilang enak. Awalnya warga desa rela merogoh isi kantongnya sendiri, namun respon positif pemerintah daerah, lambat laun kegiatan ini semakin meriah.

Seperti yang terlihat pada mongulipot yang baru saja di gelar pada hari Sabtu (23/6/2018), meskipun cukup meriah dengan hadirnya ribuan orang yang datang serta didukung dengan penampilan seni tradisional khas daerah dalam mengisi acara, pemerintah belum puas.

Bupati Bolaang Mongondow Dra Yasti Soepredjo Mokoagow dan jajaran pemerintah yang turut hadir pada kesempatan itu, menginginkan kegiatan ini lebih meriah lagi. Bahkan Bupati menginginkan tradisi ini gaungnya lebih besar lagi sebagaimana tradisi serupa yang ada di daerah lain semisal tradisi ketupat yang ada di Tondano, Kabupaten Minahasa.

Pada perayaan mendatang, Bupati menjanjikan bantuan yang lebih besar sebagai dukungan agar tradisi ini dapat dikenal lebih luas lagi. Ini tentunya menjadi motivasi sendiri bagi warga desa untuk menjawab tantangan pemerintah dimasa yang akan datang.

Jika ini terwujud, bukan suatu yang mustahil mongulipot menjadi tradisi yang paling ditunggu masyarakat, namun bisa menjadi salah satu ikon pariwisata daerah. Tentunya dengan adanya hal itu, Bolaang Mongondow bisa menjadi salah satu tujuan wisata kuliner, baik oleh wisatawan domestik maupun manca negara.

Jurnalis : Mathox Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

15 − five =

instink.net