Aplikasi SEPAKAT : Cara Baru Atasi Kemiskinan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOLMONG – Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bolaang Mongondow melakukan sosialisasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, Analisis dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT), Jumat (27/09/2019).

Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Bappeda Bolmong, Veddy Mokoginta ST.  Kegiatan yang menghadirkan utusan dari masing-masing SKPD dilaksanakan di Kantor Bappeda Bolmong, Lolak. Tim SEPAKAT dari Bappenas juga menjadi pemateri pada kegiatan ini.

Veddy dalam sambutannya menatakan, SEPAKAT merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari Peraturan Presiden nomor  2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, terkait strategi penanggulangan kemiskinan.

“Poinnya mengarahkan terwujudnya pemanfaatan sistem informasi terpadu yang berpihak kepada masyarakat miskin,” katanya.

Hal ini juga, kata Veddy, menjadi salah satu aspek penting dalam menanggulangi masalah kemiskinan dengan menciptakan sistem perencanaan dan penganggaran.

“Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media interaktif bagi segenap pemangku kepentingan sebagai capaian RPJMD Kabupaten Bolmong 2017-2020,” tandasnya.

Diketahui, SEPAKAT merupakan hasil pengembangan dari dua alat analisa/system yaitu P3BM (Perencanaan, Penganggaran dan Pemantauan Pro-Miskin) dan SIMPADU (Sistem Informasi Terpadu).

SEPAKAT juga telah berintegrasi dengan SNAPA (Sub National Proverty Assessment), sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Bank Dunia dengan memanfaatkan data makro dan mikro yang berasal dari BPS, Kemensos, dan Pemerintah Daerah.

Editor: Rahmat Putra Kadullah

Bagikan berita ini:

Leave A Reply

5 × two =

instink.net